Pertapaan Dewi Kilisuci, Kelahiran Sang Pelacak

Participant                             : Galy, Koje, Reza, Nyop

Masa  itu terasa berulang lagi. Tarikan nafas dan kobaran semangat yang telah lama tak kami rasakan kini terasa begitu deras. Banyak kejadian-kejadian yang mungkin sengaja diulang oleh Tuhan sebagai titik balik, atau pun sebagai awal dari permulaan. Masih terngiang di benak kami bagaimana cara D’Travellers terbentuk dahulu. Masih terasa sama pola pikir ini. Unplanned story kini terulang lagi.

Pagi  itu sebenarnya kami telah berancana untuk tracking di kawasan hutan murbei, sesuai dengan ide yang telah digagas oleh Nyop (Sofian Natanial). Namun baru sepenggal perjalanan dilalui, Nyop menawarkan opsi pada kami (Galy, Koje, dan Reza) untuk menentukan tujuan tracking yang baru. Pejalanan ke hutan murbei dirasakan kurang menantang baginya. Tanpa basa-basi Galy dan Koje menawarkan Pertapan Dewi Kilisuci di puncak Gunung Pegat, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar sebagai tujuan tarcking yang baru. Setelah berunding Reza dan Nyop pun sepakat mengambil opsi ini.

gunung pegatHoho semangat ini bagitu membara!! Hutan demi hutan kami lalui. Unplened trcking ini sungguh memberikan aura yang berbeda. Tanpa lelah kami terus melaju, menerjang segala yang melintang. Tak peduli seberapa tinggi gunung yang harus kami daki, tak peduli seberapa terjal medan yang kami hadapi.  Sampai-sampai kami tak sadar hampir satu putaran mengelelingi Gunung Pegat. Yang kami sadari hanyalah semangat ini yang akan menghantar kami sampai ke Pertapaan Dewi Kilisuci.

Semua perjuangan kami terbayar lunas, Blitar yang permai tampak begitu menawan dari puncak Gunung Pegat. Apalagi suasana itu dibalut dengan nuansa sejarah, di mana di sekeliling kami terdapat berbagai artefak peninggalan sejarah bercorak hinduistis berupa antefik(unsur bangunan yang berfungsi sebagai hiasan bagian luar bangunan candi dengan bentuk segitiga meruncing), batu candi, kala, struktur bangunan candi, umpak, dan yoni. Corak hinduistis tersebut ditandai dari keberadaan yoni, yoni adalah simbol aspek wanita yang  juga merupakan penggambaran istri Dewa Siwa (dewa dalam agama Hindu).

Berdasarkan legenda yang berkembang, pertapaan ini dibangun untuk menangkal bencana yang ditimbulkan dari letusan Gunung Kelud. Alkisah kala itu Kerajaan Kadiri sering tertimpa bencana letusan Gunung Kelud akibat kutukan Lembusuro yang cintanya ditolak oleh putri mahkota Kerajaan Kadiri. Merasa iba dengan penderitaan rakyatnya, putri mahkota Kerajaan Kadiri atau yang dikenal juga sebagai Dewi Kilisuci melakukan pertapaan guna menangkal bencana letusan. Lokasi pertapaanya pun tidak hanya di Gunung Pegat, melaikan juga di Goa Selomangleng Kediri. Lain halnya jika ditilik dari sumber prasasti, pertapaan ini merupakan peninggalan dari seorang yang dikenal dengan sebutan buyut di Makudutan. Beliau adalah sesepuh dari desa-desa disekitarnya seperti Wleri (Desa Mleri, Srengat), Pandyasan, Lwapandak, Padlegan pinggir ing tasik (Desa Pikatan, Wonodadi), dan Hajiran. Prasasti yang mengulas mengenai pertapaan ini berangka tahun 1120 Saka atau 1198 Masehi (kurun waktu berkuasanya Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri).

Untuk pertapaan yang terletak di puncak Gunung Pegat ini, masyarakat setempat menyebutnya sebagai Candi Petapan. Sayang sekali keadaan candi ini kurang terawat. Jika jeli sebenarnya Candi Petapan cukup potensial untuk dijadikan objek wisata alam dan sejarah, mengingat letaknya yang berada di atas gunung dan berdekatan dengan Kekunaan Mleri. Terbersit niat bagi kami untuk dapat mengangkat Candi Petapan ini ke kalayak ramai, sehingga candi tersebut memperoleh perhatian dan kelak dapat dilestarikan keberadaanya.

Dengan penuh kesadaran kami berkomitmen untuk terus melacak keberadaan situs-situs yang terlupa. Dan dari sinilah legenda D’Tracker (Sang Pelacak) bermula.

Candi Petapan Mei 2012

Legenda Dewi Kilisuci selengkapnya dapat disimak pada posting:

——————————————————————————————————————————————-

Writer : Galy Hardyta

Revisi terakhir : Januari 2012

Sumber :

  • Juru Kunci Kekunaan Mleri
  • Mardiono. 2006. Napak Tilas Jejak-jejak Kaki Wong Blitar dari Masa ke Masa
About these ads

Perihal travellers2009
~tentang persahabatan dan wisata seputar Blitar~ klick beranda untuk melihat daftar obyek wisata di Blitar dan sekitarnya.

11 Responses to Pertapaan Dewi Kilisuci, Kelahiran Sang Pelacak

  1. Lia mengatakan:

    hanya kaum adam,,,,
    huh!!!,,,
    Yg cew g diajak,,,,,

  2. Anton mengatakan:

    aku orang srengat dah beberapa kali mendaki gunung pegat tapi kok blum prnah mndaki ke pertapaan Dewi Kili Suci.

  3. gambite mengatakan:

    hasil karya cukup significan diperhitungkan pada eranya….., kembali pd diri kita…..telah buat apa kita sekarang?

  4. tamy mengatakan:

    boleh ikut naik ga yach…hub email q atau tlp 082139000788

  5. sudarmaji mengatakan:

    Kata Dewi Kilisuci beliau bertempat tinggal di gunung Maskumambang Kediri, beliau sudah beberapa kali mendatangi tempat kami, mengharap kami untuk berkenjung di Gunung Maskumambang. Beliau ini bertetangga dengan Raden Panji Asmoro Bangun, kamipun beliau undang untuk minta bantuan ngasih tanda makam beliau

  6. heri mengatakan:

    q sbnernya g tau dngan cerita dari dewi kilisuci. . .tp td mlem q smpet brmmpi tntang dewi kilisuci. . .

    q sndri bngung knpa mMpi it. . .spRtiX dy dket 5 q.mkaX q cri infoX di internet. . .

  7. nanang mengatakan:

    aku tambahi ceritanya candi pertapan dulu ga rusak jaman belanda bangsa pribumi di suruh BELANDA merusak candi pertapan kejadian antara tahun 1917 YANG NGRUSAK WEDONO LAMA SEBELUM raden tejokusumo keturunan dari WAROK SUROMENGGOLO atau gelarnya KYAI BLEDEK jadi wedono di sregat. dulu kawedanan masih di desa dandong waktu itu karisidenan belanda di KEDIRI kerepotan menghadapi ulah MALING AGUNO di desa desa sekitar kawedanan sregat hasil PAJAK UPETI DARI PONGGOK dan desa desa sekitar yang mau diserahkan PARA LURAH DEMANG ke WEDONO di KAWEDANAN dandong di begal di tengah jalan.akhirnya PIHAK BELANDA di kediri mengupah JAWARA2 pilih tanding dari seluruh pelosok JAWA TIMUR untuk menghadapi si MALING AGUNO.karna lawan ga seimbang akhirnya MALING AGUNO KETANGKAP TAPI tidak bisa dibunuh dngan berbagai SENJATA mulai TAJAM SAMPAI TUMPUL ada satu jawara dari PUROBOYO dapat cara MALING AGUNO DI IKAT DIKUBUR HIDUP2 DI ATASNYA DI TINDIHI BATU BESAR yang di ambil dari candi pertapan di puncak gunung pegat.selidik punya selidik dari telik sandi KESAKTIAN MALING AGUNO DI DAPAT DARI OLAH SEMEDI DICANDI PERTAPAN GUNUNG PEGAT akhirnya RESIDEN BELANDA DI KEDIRI MEMBERI PERINTAH WEDONO untuk menghancurkan candi pertapan biar tidak di pakai anak2 muda di blitar olah kanuragan MENGHADAPI 1ORANG MALING AGUNO AJA KEREPOTAN APALAGI SAMPAI ANAK2 MUDA BLITAR NGERTI CANDI PERTAPAN TEMPAT YG PALING COCOK UNTUK OLAH KANURAGAN bisa membahayakan kedudukan residen belanda di kediri.akhirnya dengan bantuan penduduk desa tentunya dengan paksaan BELANDA dan di pimpin wedono lansung merusak candi pertapan lingga yoni di pertapan di cabut dipisahkan BATU YONINYA DI TANAM DI UJUNG GUNUNG PEGAT SEBELAH UTARA ornamen2 candi habis dirusak total sebagian batu2nya di bawa turun gunung oleh warga desa besar kemungkinan di jadikan umpak soko guru rumah model sinom dan joglo .sehabis pulang ngrusak candi wedono gila halaman kawedanan di tanami ubi ketela semuanya AKHIRNYA DI BERI GELAR MASYARAKAT WEDONO TELO dan selepas itu di gantikan WEDONO TEJO KUSUMO Tak lama selepas pengrusakan candi GUNUNG KELUD MENGAMUK LETUSAN TAHUN 1919 memakan ribuan nyawa dan kerusakan harta benda(cerita ini kudapat dari almarhum kakek kakek lahir tahun 1928 meninggal tahun 1990 kakek dapat cerita ini dari buyut sedang aku lahir thn 1978 benar atau tidaknya cerita ini hanya ALLAH YANG MAHA BENAR karna ini hanya cerita turun temurun,)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 318 pengikut lainnya.