Pertapaan Dewi Kilisuci, Kelahiran Sang Pelacak
Juli 25, 2009 9 Komentar
Participant : Galy, Koje, Reza, Nyop
Masa itu terasa berulang lagi. Tarikan nafas dan kobaran semangat yang telah lama tak kami rasakan kini terasa begitu deras. Banyak kejadian-kejadian yang mungkin sengaja diulang oleh Tuhan sebagai titik balik, atau pun sebagai awal dari permulaan. Masih terngiang di benak kami bagaimana cara D’Travellers terbentuk dahulu. Masih terasa sama pola pikir ini. Unplanned story kini terulang lagi.
Pagi itu sebenarnya kami telah berancana untuk tracking di kawasan hutan murbei, sesuai dengan ide yang telah digagas oleh Nyop (Sofian Natanial). Namun baru sepenggal perjalanan dilalui, Nyop menawarkan opsi pada kami (Galy, Koje, dan Reza) untuk menentukan tujuan tracking yang baru. Pejalanan ke hutan murbei dirasakan kurang menantang baginya. Tanpa basa-basi Galy dan Koje menawarkan Pertapan Dewi Kilisuci di puncak Gunung Pegat, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar sebagai tujuan tarcking yang baru. Setelah berunding Reza dan Nyop pun sepakat mengambil opsi ini.
Hoho semangat ini bagitu membara!! Hutan demi hutan kami lalui. Unplened trcking ini sungguh memberikan aura yang berbeda. Tanpa lelah kami terus melaju, menerjang segala yang melintang. Tak peduli seberapa tinggi gunung yang harus kami daki, tak peduli seberapa terjal medan yang kami hadapi. Sampai-sampai kami tak sadar hampir satu putaran mengelelingi Gunung Pegat. Yang kami sadari hanyalah semangat ini yang akan menghantar kami sampai ke Pertapaan Dewi Kilisuci.
Semua perjuangan kami terbayar lunas, Blitar yang permai tampak begitu menawan dari puncak Gunung Pegat. Apalagi suasana itu dibalut dengan nuansa sejarah, di mana di sekeliling kami terdapat berbagai artefak peninggalan sejarah bercorak hinduistis berupa antefik(unsur bangunan yang berfungsi sebagai hiasan bagian luar bangunan candi dengan bentuk segitiga meruncing), batu candi, kala, struktur bangunan candi, umpak, dan yoni. Corak hinduistis tersebut ditandai dari keberadaan yoni, yoni adalah simbol aspek wanita yang juga merupakan penggambaran istri Dewa Siwa (dewa dalam agama Hindu).
Berdasarkan legenda yang berkembang, pertapaan ini dibangun untuk menangkal bencana yang ditimbulkan dari letusan Gunung Kelud. Alkisah kala itu Kerajaan Kadiri sering tertimpa bencana letusan Gunung Kelud akibat kutukan Lembusuro yang cintanya ditolak oleh putri mahkota Kerajaan Kadiri. Merasa iba dengan penderitaan rakyatnya, putri mahkota Kerajaan Kadiri atau yang dikenal juga sebagai Dewi Kilisuci melakukan pertapaan guna menangkal bencana letusan. Lokasi pertapaanya pun tidak hanya di Gunung Pegat, melaikan juga di Goa Selomangleng Kediri. Lain halnya jika ditilik dari sumber prasasti, pertapaan ini merupakan peninggalan dari seorang yang dikenal dengan sebutan buyut di Makudutan. Beliau adalah sesepuh dari desa-desa disekitarnya seperti Wleri (Desa Mleri, Srengat), Pandyasan, Lwapandak, Padlegan pinggir ing tasik (Desa Pikatan, Wonodadi), dan Hajiran. Prasasti yang mengulas mengenai pertapaan ini berangka tahun 1120 Saka atau 1198 Masehi (kurun waktu berkuasanya Raja Srengga dari Kerajaan Kadiri).
Untuk pertapaan yang terletak di puncak Gunung Pegat ini, masyarakat setempat menyebutnya sebagai Candi Petapan. Sayang sekali keadaan candi ini kurang terawat. Jika jeli sebenarnya Candi Petapan cukup potensial untuk dijadikan objek wisata alam dan sejarah mengingat letaknya yang berada di atas gunung dan berdekatan dengan Kekunaan Mleri. Terbersit niat bagi kami untuk dapat mengangkat Candi Petapan ini ke kalayak ramai, sehingga candi tersebut memperoleh perhatian dan kelak dapat dilestarikan keberadaanya.
Dengan penuh kesadaran kami berkomitmen untuk terus melacak keberadaan situs-situs yang terlupa. Dan dari sinilah legenda D’Tracker (Sang Pelacak) bermula.
Legenda Dewi Kilisuci selengkapnya dapat disimak pada posting:
Fakta sejarah mengenai Dewi Kilisuci dapat disimak pada posting:
——————————————————————————————————————————————-
Writer : Galy Hardyta
Revisi terakhir : Januari 2012
Sumber :
- Juru Kunci Kekunaan Mleri
- Mardiono. 2006. Napak Tilas Jejak-jejak Kaki Wong Blitar dari Masa ke Masa




hanya kaum adam,,,,
huh!!!,,,
Yg cew g diajak,,,,,
entar cweknya diajak dech…………….
hehehehehehe
aku orang srengat dah beberapa kali mendaki gunung pegat tapi kok blum prnah mndaki ke pertapaan Dewi Kili Suci.
mendaki lewat mana mas??
coba lewat mleri. oiya kalo pnduduk stempat biasa menyebutnya candi petapan.
hasil karya cukup significan diperhitungkan pada eranya….., kembali pd diri kita…..telah buat apa kita sekarang?
boleh ikut naik ga yach…hub email q atau tlp 082139000788
monggo…
insyaAllah kalo ada jadwal akan kami hubungi..
Kata Dewi Kilisuci beliau bertempat tinggal di gunung Maskumambang Kediri, beliau sudah beberapa kali mendatangi tempat kami, mengharap kami untuk berkenjung di Gunung Maskumambang. Beliau ini bertetangga dengan Raden Panji Asmoro Bangun, kamipun beliau undang untuk minta bantuan ngasih tanda makam beliau
q sbnernya g tau dngan cerita dari dewi kilisuci. . .tp td mlem q smpet brmmpi tntang dewi kilisuci. . .
q sndri bngung knpa mMpi it. . .spRtiX dy dket 5 q.mkaX q cri infoX di internet. . .