Sebuah Janji di Candi Gambar Wetan
November 14, 2009 5 Komentar
Participant : Galy, Reza, Nyop
Mencoba menjalani komitmen sebagai sang pelacak memang tak semudah yang kami bayangkan. Semua tergantung bagaimana kami bisa meracik berbagai data yang minim menjadi data valid. Dan itulah yang terjadi pada kami.
Pagi itu kami telah bersiap melakukan perjalanan menuju Candi Gambar Wetan. Sebelumnya, perjalanan ini memang telah direncanakan matang-matang. Namun faktanya tak ada satu pun dari kami yang mengetahui secara pasti posisi Candi Gambar Wetan. Semua hanya didasari oleh ingatan kami saat menjumpai papan informasi tentang sebuah candi di Desa Gambar.
Semangat yang gigih menyertai keberangkatan, dan mendorong kami malintasi jalanan yang menanjak. Rute demi rute kami lalui begitu saja. Sampai suatu ketika kami menjumpai sebuah kawasan konservasi air. Perjumpaan ini memang telah direncanakan sebelumnya. Dan rasa penasaran telah mendorong kami untuk menyusurinya terlebih dahulu sebelum kami melanjutkan perjalanan.
Kawasan konservasi air ini cukup asri dan teduh, karena dikelilingi oleh gugusan pohon raksasa. Penduduk sekitar menyebut kawasan ini dengan sebutan blumbang pacuh.
Saat kami melanjutkan perjalanan, rute yang kami lalui semakin menanjak. Kaki pun harus mengayuh lebih kuat. Tapi laju kami segera terhenti oleh seorang tua berseragam. Ternyata kami telah memasuki kawasan suatu perkebunan. Sempat terjadi kesalah pahaman karena kami tidak boleh masuk lebih dalam lagi. Namun dengan sedikit penjelasan seorang tua yang ternyata petugas penjaga perkebunan tersebut justru meluruskan rute yang harus kami tempuh. Berbekal informasi tersebut kami melanjutkan perjalanan.
Aroma perburuan semakin kental saat kami melintasi area penambangan pasir lahar gunung kelud. Berbagai aral rintangan kami terjang, hingga kami samapai di Desa Gambar, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Namun petualangan kami belum berakhir. Berdasarkan informasi penduduk sekitar, Candi Gambar Wetan terletak jauh di lereng gunung. Tanpa basa-basi lagi kami pun melanjutkan perjalanan.
Matahari mulai terik, medan yang kami laui berpasir dan menanjak. Namun dengan gigih kami terus melaju. Hingga akhinya kami sampai di tempat yang di yakini sebagai Candi Gambar Wetan.
Aneh.. itulah kesan pertama kami. Mana candinya?? Penjaga juga g’ ada??? Yang kami temui hayalah arca dwarapala dan struktur tangga batu yang mengarah ke atas bukit kecil.
Karena penasaran kami pun memutuskan untuk menyusurinya. Waw… ternyata Candi Gambar wetan terletak di atas sebuah bukit kecil, dan disana pula kami bertemu dengan juru kunci candi. (asyk… bisa tanya2 deh…). Kami segera mengeskplorasi kawasan ini (hehe…)
Secara umum Candi Gambar Wetan dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama terletak di kaki bukit, pada bagian tersebut dapat dijumpai dua buah arca dwarapala. Bagian kedua adalah areal kosong yang dikelilingi reruntuhan batu candi dan potongan arca. Bagian tersebut berada di atas bukit tepat setelah penghabisan struktur anak tangga. Sedangkan bagian ketiga adalah candi induk. Pada candi induk Gambar Wetan tersebut terpahat relief yang mengisahkan legenda bukbuksah dan gagang aking.
Meskipun telah runtuh, Candi Gambar Wetan tetap memberikan daya tarik tersendiri. Letaknya yang eksotis menyuguhkan panorama alam yang indah. Bagaimana tidak? Dari atas bukit Candi Gambar Wetan kami dapat menikmati indahnya aliaran sungai lahar Gunung Kelud. Satu lagi nilai plus untuk area candi ini adalah kebersihan dan kerapian taman di sekitarnya yang sangat terjaga. Salut deh buat bapak penjaga dkk
Sebelum beranjak kami sempat berbincang-bincang dengan bapak juru kunci mengenai pendirian candi dan jumlah kunjungan. Menurut penuturan beliau, Candi Gambar Wetan dibangun sebagai tempat peristirahatan Hayam Wuruk saat melakukan kunjungan ke Gunung Kelud. Kalau masalah pengunjung, bisa dibilang keberadaan Candi Gambar Wetan masih kurang eksis di telinga masyarakat luas.
Trenyuh hati kami melihat kegigihan beliau merawat candi yang kurang dikenal ini. Kami pun berjanji pada beliau akan mempublikasikan Candi Gambar Wetan kepada kalayak luas. Dan inilah janji kami!!
——————————————————————————————————————————————-
Writer : Galy Hardyta
Revisi terakhir : Juni 2011
Sumber : Juru Kunci Candi Gambar Wetan




sebagai masyarakat dusun gambar….. saya ucapkan terimakasih atas di muatnya tulisan ini
nggih sami-sami mas..
saya pernah ke candi ini.. waktu itu bela2in nerobos lewat kawat berduri karena si bapak yang jaga ga ada.. pemandangannya luar biasa banget, kebun mawar sama sungai laharnya..
jan…..
iki gag enek potoku..~
aku ra melu..
hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnggg >_______<
leh…
lha sing neng kencong…