Candi Sawentar, Lebih Dari Yang Dikira

Participant                                        : Galy, Kcing, Meitika, Nyop, Reza, Indahsari

Perjalanan yang tak diduga, perjalanan yang tak direncanakan pula, namun memberikan rasa puas yang tersendiri bagi yang mengikuti perjalanan ini. Candi Sawentar, yang terletak di Desa Sawentar, Kecamatan Garum,  Kabupaten Blitar, memberikan sensasi yang lebih dari apa yang kami perkirakan.

Hari itu, tanggal 19 September 2009, kami semua berkumpul di kediaman Meitika, yang terletak di Desa Sawentar untuk bekerjabakti. Yang berpatisipasi dalam kegiatan tersebut adalah Meitika, Reza, Nyop, Indahsari, Kcing, sementara Galy belum datang dikarenakan sesuatu alasan. Setelah semua pekerjaan itu selesai, kami bersantai di depan rumah sambil menunggu Galy datang, dan saat itu kami tidak tahu akan melakukan apa lagi. Pada pukul 10.30 WIB, Galy pun datang, dan pikiran untuk travelling muncul begitu saja dari mulutnya. Lagi-lagi pejalanan yang tak direncanakan, namun hal inilah yang membuat perjalanan kami bermakna.

Kami berangkat menuju Candi Sawentar yang letaknya sekitar 1 km dari kediaman Meitika pada pukul 11.00 WIB. Walaupun saat itu sudah terik dan dalam kondisi berpuasa, itu semua tak menyurutkan niat kami untuk mengunjungi Candi Sawentar. Kami menuju candi tersebut dengan menggunakan kendaraan bermotor , dan untuk rute pemberangkatan kami memilih rute garum, sebab dengan menyusuri rute tersebut kami dapat dengan mudah menemukan lokasi Candi Sawentar. Seharusnya perjalanan ini cukup singkat, namun karena ketidaktahuan kami akan posisi candi, perjalanan kami menjadi agak lama. Setelah bertanya pada penduduk setempat, kami pun menemukan lokasi Candi Sawentar itu pada pukul 11.30 WIB.

Setibanya di Candi Sawentar, rasa kagum dan takjub tak henti-hentinya mendera kami. Kami tak menyangka bahwa candi ini masih begitu terawat. Selain itu berdasarkan data dari buku tamu, candi ini tidak hanya dikunjungi wisatawan dalam negeri, tetapi juga wisatawan luar negeri.  Sungguh di luar dugaan. Tak mau menyianyiakan moment ini , kami pun mengabadikan kemegahan Candi Sawentar dalam bentuk foto, walaupun hanya dengan kamera handphone.

Benar-benar tak diduga, penataan yang apik dan kondisi candi yang terawat, sungguh membuat kami terpesona, tak rugi kami mengunjungi candi ini. Setelah puas berfoto dan menikmati keelokan Candi Sawentar, kami pun menemui juru kunci dan berbincang-bincang dengannya. Banyak fakta yang tidak kami duga untuk candi yang terpencil ini. Berdasarkan informasi yang kami peroleh, Candi Sawentar telah tertimbun tanah dalam waktu yang cukup lama dan baru digali kembali pada tahun 1915 sampai 1920. Kini Candi Sawentar sering dikunjungi oleh umat hindu untuk melakukan ibadah di pintu candi. Dan menurut pengakuan bapak juru kunci, Candi Sawentar merupakan sebuah komplek percandian. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukanya komplek Candi Sawentar II yang penggaliannya belum selesai. Kami pun memutuskan untuk menuju komplek Candi Sawentar II yang jaraknya kurang lebih 200m dari pos juru kunci Candi Sawentar. Setelah berpamitan dengan bapak juru kunci, kami melanjutkan perjalanan kami ke Candi Sawentar II.

Candi Sawentar II memang tidak semegah candi  induk Sawentar, namun kami memaklumi karena penggalian dan penelitian Candi Sawentar II belum selesai. Letak puing-puing candi ini berada 1,5 meter di bawah permukaan tanah, diperkirakan karena tertutup oleh debu dari letusan Gunung Kelud.

Candi induk Sawentar dan Candi Sawentar II diperkirakan dibangun pada masa yang berbeda. Pada Candi induk memang tidak di temukan angka tahun pendirian, namun menurut legenda setempat candi induk Sawentar tersebut dibangun untuk Raja Anusapati dari era Kerajaan Singosari. Memang jika ditinjau dari sudut kebudayaan, bangunan Candi Sawentar memperlihatkan persamaan arsitektur serta ornamentik dengan bangunan candi zaman Singosari, yaitu dengan Candi Kidal[1].  Sedangkan Candi Sawentar II merupakan kumpulan monumen perang paregreg pada masa Wikramawardhana di era Kerajaan Majapahit dan dibangun pada masa pemerintahan Suhita[2].

Sebenarnya lintasan sejarah Candi Sawentar tidak terpaku pada dua peristiwa tersebut. Semisal pada masa Kerajaan Majapahit saat pemerintahan Jayanegara, Candi Sawentar pernah digunakan sebagai persembunyian raja ketika terjadi pemberontakan. Di dalam kitab Negarakertagama juga dikisahkan bahwa rombongan raja Hayam Wuruk sempat singgah di Sawentar, sebelum berkunjung ke Candi Penataran.

Mungkin hanya itu yang dapat kami informasikan dari petualangan kali ini. Setelah puas, kami pun memutuskan untuk pulang. Rute kepulang kami tidak sama dengan rute keberangkat. Kami iseng ingin melewati jalan yang lain, dan notabene belum pernah kami lewati. Bukan D’TraVeLLers namanya jika tidak nekad (hehehehehehe).  Kami hanya mengandalkan logika dan felling kami untuk pulang, walau kami sempat ragu juga karena banyaknya jalan desa yang ada. Tapi akhirnya kami menemukan jalan utama yang kami lewati saat berangkat, dan ternyata rute yang kami lewati waktu pulang lebih singkat daripada waktu berangkat. Kami pun sampai di pos pemberangkatan awal pada pukul 13.00 WIB.

——————————————————————————————————————————————-

Kondisi Candi Sawentar II Juli 2010

——————————————————————————————————————————————-

Writer : Aulia Meitika Kusumawardhani

Revisi terakhir : November 2010

Sumber :

Perihal travellers2009
Dikebanyakan hal, sebuah nama tak selalu sesuai dengan kenyataan. Hanya sekumpulan anak yang gila akan travelling. Itulah kami D'Travellers.

7 Tanggapan untuk Candi Sawentar, Lebih Dari Yang Dikira

  1. ali mengatakan:

    halo, informasi candinya menarik nih. Jadi nambah ilmu candi, dan mudah2an kalo dpt waktunya, mau jg dateng kesini hehehe salam kenal, sy pecinta candi juga hehe

    • travellers2009 mengatakan:

      halo juga ali..
      makasih atas kunjungangnya, okelah kapn-kapan bisa jelajah candi bareng-bareng..
      oiya, masih banyak lho posting tentang candi2 di blitar.. sering2 mampir aja..

  2. Pein mengatakan:

    Lha ? Kalo dari penataran ke arah mana ya mas ? Kalo angkot ada nggak ? Mohon arahannya [ga pake motor lho berangkatnya] :D

  3. minarko mengatakan:

    slmt atas candi sawentar ,dlu waktu masih kecil aku sering kesana keadaan gak begitu bagus setelah aku melihat di internet rasa kangen dan takjub melihatnya lgi.kapan bsa kesana lgi ya karna aku jauh dipulau sumatra.sedangkan aku asli garum tulen

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.