Peninggalan Sejarah di Tanah Grumusol Blitar Selatan

Participant                            : Galy, Kcing

Blitar menyimpan begitu banyak potensi wisata sejarah yang harus dikembangkan. Lokasi-lokasinya pun tersebar hingga ke dataran grumusol Blitar selatan. Meski lokasinya berjauhan, kami berusaha untuk mengemasnya dalam satu paket perjalanan. Berikut beberapa obyek wisata sejarah yang tersebar di antero Blitar selatan.

Kekunaan Jimbe

Kekunaan Jimbe terletak di Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Kekunaan Jimbe atau yang dikenal dengan sebutan Omyang Jimbe ini lumayan terkenal dikalangan masyarakat yang menggandrungi dunia kejawen. Pada umumnya masyarakat mengunjungi kekunaan ini untuk melakukan ritual kebatinan jawa. Suasana mistis pun begitu kental, dupa-dupa tertancap di sekitar kekunaan ini.

Kekunaan Jimbe memiliki kemiripan dengan Kekunaan Mleri di mana tinggalan-tinggalan cagar budayanya disimpan dalam suatu bangunan rumah. Tinggalan-tinggalan yang dapat dijumpai pada kekunaan ini berupa arca-arca, batu-batu candi, inskripsi, lesung, nandi, dan pecahan yoni. Berdasarkan adanya nandi dan yoni, diperkirakan bahwa latar belakang keagamaan Kekunaan Jimbe adalah agama Hindu. Nandi adalah kendaraan Dewa Siwa yang berupa lembu jantan berwarna putih. Sedangkan yoni adalah simbol aspek wanita yang juga merupakan penggambaran istri Dewa Siwa (dewa dalam agama Hindu). Inskripsi terkait situs ini menunjukkan angka tahun 1208 Saka atau 1286 Masahi. Ditilik dari angka tahun tersebut diketahui bahwa Kekunaan Jimbe berasal dari era Singosari.

Mitos mengenai Oyang Jimbe sendiri dapat dijumpai dalam cerita rakyat Blitar. Mitos tersebut terkait dengan perjalanan Empu Supa di suatu hutan di Blitar selatan untuk mencari keris raja Majapahit yang hilang. Dalam pencariannya itu Empu Supa dihadang oleh Raja Jin bernama Omyang Jimbe. Pertikaian pun tak terelakkan dan berujung pada kekalahan Omyang Jimbe. Setelah mengaku kalah Omyang jimbe diperintahkan oleh sang empu untuk mengisi keris yang akan di berikan kepada raja sebagai pengganti keris yang hilang.

——————————————————————————————————————————————-

Candi Simping (Candi Sumberjati)

Candi Simping merupakan salah satu bukti pentingnya kawasan Blitar bagi raja-raja jawa Majapahit. Candi ini merupakan candi yang terkemuka dan penting, karena merupakan tempat pendharmaan Kerta Rajasa Jaya Wardhana (Raja Majapahit yang pertama). Candi ini juga tercatat pernah dikunjungi dan direnovasi oleh Hayam Wuruk saat memuliakan leluhurnya yang tidak lain adalah Kerta Rajasa (Raden Wijaya). Keterangan tersebut diriwayatkan dalam Negara Krtagama pada wirama 47 bait ke 177 dan wirama 61 serta 62.

Wirama 47 bait 177 meriwayatkan mangkatnya Kerta Rajasa pada tahun Matryaruna 1231 Saka (1309 M) yang kemudian didharmakan di Antah Pura sebagai Budha dan di Candi Simping sebagai Siwa.

Wirama 61 dan 62 meriwayatkan mengenai kunjungan Hayam Wuruk ke Blitar (1283 Saka/ 1361 M) untuk nyekar ke Palah selanjutnya ke Lodoyo dan memperbaiki candi leluhur (Candi Simping)  yang telah bergeser ke barat.

Saat ini secara administratif Candi Simping terletak di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Oleh karenanya candi ini disebut juga sebagai Candi Sumberjati. Secara umum kondisi candi ini telah runtuh hanya menyisakan pondasi beserta batu-batu candi yang ditata sedemikian rupa.

Memang keadaan Candi Simping sudah runtuh, namun jika dicermati akan nampak keindahan yang istimewa pada candi ini. Keistimewaan itu adalah ukiran-ukiran reliefnya yang begitu indah dan mendetail. Keindahan relief-reliefnya menggambarkan begitu tingginya seni pahat pada era Majapahit. Selain relief-reliefnya yang memukau, candi ini memiliki beragam motif kala yang unik.

Di atas sudah disebutkan bahwa Kerta Rajasa (Raden Wijaya) didharmakan di Simping sebagai Siwa, sehingga corak keagaamaan candi ini adalah Hindu Siwaistis. Pada kenyataanya, candi ini juga memiliki unsur ke-Wisnuan dengan pernah ditemukannya arca Harihara yang sekarang disimpan di Museum Nasional. Arca tersebut menunjukkan perpaduan antara Siwa dan Wisnu. Unsur ke-Wisnuan lainnya masih dapat dijumpai pada sebuah batu candi yang dipermukaannya dipahatkan relief berbentuk kura-kura dililit naga. Relief tersebut kemungkinan menggambarkan Kurma (avatara ke dua dari dewa Wisnu berwujud kura-kura raksasa) yang dililit Naga Basuki dalam rangka membantu para dewa dan asura untuk memperoleh tirta amerta.

——————————————————————————————————————————————-

Candi Bacem

Secara administratif Candi Bacem terletak di Dusun Cungkup, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Letak candi ini cukup terpencil dan jauh dari pusat kota, tapi jangan kawatir sebab dari arah Lodoyo penunjuk arah terkait candi ini cukup jelas. Rute selengkapnya menuju Candi Bacem dapat dilihat pada halaman ”Rute dan Informasi.”

Candi Bacem terdiri dari sebuah candi induk dan sebuah candi perwara. Kondisi kedua candi tersebut telah runtuh sehingga hanya terlihat seperti tumpukan batu bata saja. Di atas reruntuhan candi dapat dijumpai kemuncak dan sejumlah umpak yang terbuat dari batu andesit. Secara keseluruhan terdapat 13 umpak di kedua candi tersebut. Berdasarkan adanya umpak diduga tubuh Candi Bacem berbentuk balai dengan atap dari genting. Hal tersebut didukung dengan adanya pecahan genting disekitar candi utama.

——————————————————————————————————————————————-

Situs Besole

UPDATE MEI 31, 2010 OLEH TRAVELLERS2009

Ditilik dari lokasinya yang berdekatan dengan Sungai Brantas, diduga Situs Besole merupakan sebuah bandar kuno.

Situs Besole terletak di Dusun Besole, Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Tinggalan cagar budaya yang didapati pada situs ini adalah sebuah struktur gapura yang telah runtuh. Tinggalan tersebut berada ±2m di bawah permukaan tanah dengan sebagian bangunannya masih terkubur di dalam tanah. Jika digali seluruhnya diperkirakan struktur bangunan ini menempati lahan yang cukup luas.

Menurut penuturan jurukuncinya, Situs Besole merupakan bekas keraton Majapahit. Keterangan tersebut bertentangan dengan informasi yang kami peroleh dari dunia maya. Menurut  artikel yang dimuat dalam okezone.com, Situs Besole merupakan peninggalan dari era Kerajaan Kadiri yang periodenya lebih tua dari pada Kerajaan Majapahit. Di selatan struktur gapura ini memang dijumpai adanya prasasti yang diduga berasal dari era Kadiri pemerintahan Bameswara.

——————————————————————————————————————————————-

Related post:

——————————————————————————————————————————————-

Writer : Galy Hardyta

Revisi terakhir : Februari 2012

Sumber :

About these ads

Perihal travellers2009
~tentang persahabatan dan wisata seputar Blitar~ klick beranda untuk melihat daftar obyek wisata di Blitar dan sekitarnya.

9 Responses to Peninggalan Sejarah di Tanah Grumusol Blitar Selatan

  1. dinar kog mengatakan:

    heh bocah…lek dolan i yo mbok ajak2 to….!!!!!

  2. darmanto mengatakan:

    terima kasih tlah berkunjung ke daerah kami untuk mengetahui lebih banyak tentang Candi Bacem… tentunya kami berharap ini semua bisa membantu agar pemerintah lebih tahu tentang kondisi peninggalan sejarah di Blitar… kami dukung terus…

  3. dedit mengatakan:

    Salut msh ada anak bangsa yang peduli peninggalan sejarah… Kalo ada jadwal tour kontak2 bro…

  4. Candi mengatakan:

    Candi Bacemnya kelewatan satu, masih ada satu candi lagi dekat sana

    http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Bacem

    Bisa dibahaskah ? Trims

  5. danang mengatakan:

    penyebutan grumosol sebenarnya perlu dievaluasi, Mas…. Apa tanahnya berat (liatnya dominan), ada lap kubisnya, bisa kembang kerut, di zona cekungankah…. hehehehe… saran nich…. tekstur tanah di Jimbe dominan geluh pasiran…. Apalagi Besole yang lebih dekat dekat regosol….. (masukan aja Mas)… trims

    • travellers2009 mengatakan:

      matur nuwun mas masukannya.. :D
      sebenarnya judul yang kami berikan hanya bertujuan untuk meringkas.
      intinya adalah menjelajahi situs-situs peninggalan sejarah di selatan sungai brantas (di Blitar) yang jenis tanahnya di dominasi tanah grumosol..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 401 pengikut lainnya.