Peninggalan Sejarah di Tanah Grumusol Blitar Selatan
Januari 25, 2010 9 Komentar
Participant : Galy, Kcing
Blitar menyimpan begitu banyak potensi wisata sejarah yang harus dikembangkan. Lokasi-lokasinya pun tersebar hingga ke dataran grumusol Blitar selatan. Meski lokasinya berjauhan, kami berusaha untuk mengemasnya dalam satu paket perjalanan. Dan inilah yang kami peroleh.
Kekunaan Jimbe
Kekunaan Jimbe berlokasi di Desa Jimbe, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Kekunaan Jimbe atau yang dikenal dengan sebutan Omyang Jimbe ini lumayan terkenal dikalangan masyarakat yang menggandrungi dunia kejawen. Pada umumnya masyarakat mengunjungi kekunaan ini untuk melakukan ritual kebatinan jawa. Suasana mistis pun begitu kental, dupa-dupa tertancap di sekitar bangunan.
Kekunaan Jimbe memiliki kemiripan dengan Kekunaan Mleri yang bangunan utamanya berada dalam rumah. Banguan utamanya berupa arca-arca, batu-batu candi, lesung, nandi, dan yoni. Berdasarkan adanya nandi dan yoni, diperkirakan bahwa latar belakang keagamaan Kekunaan Jimbe adalah agama Hindu. Nandi adalah kendaraan Dewa Siwa yang berupa lembu jantan berwarna putih. Sedangkan yoni adalah simbol aspek wanita yang juga merupakan penggambaran istri Dewa Siwa (dewa dalam agama Hindu).
Kami kesulitan mencari informasi tentang kekunaan Jimbe. Hal ini dikarenakan saat kami tiba di kekunaan ini, sang juru kunci tengah tidak berada di tempat. Pintu utamanya pun telah ditutup, sehingga kami kesulitan untuk mendokumentasikan kekunaan tersebut. Akhirnya kami pun memberanikan diri mengintip dari lubang angin. (hehehehe maaf ya pak…)
Setelah mendapatkan gambar dari kekunaan Jinbe kami pun melanjutkan perjalanan menuju Candi Simping.
——————————————————————————————————————————————-
Candi Simping
Candi Simping cukup terkenal dikalangan masyarakat Blitar. Lokasinya pun cukup mudah untuk di jangkau, karena memang terdapat penunjuk arah yang jelas menuju lokasi candi ini. Keterangan lengkap mengenai rute menuju Candi Simping dapat dilihat pada halaman ”Rute dan Informasi.”
Candi Simping disebut juga dengan sebutan Candi Sumberjati, karena terletak di Dusun Sumberjati, Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Sedangkan penyebutan ”simping,” didasarkan pada bentuknya yang sudah runtuh dan tinggal menyisakan batu-batu candi.
Kami begitu terpukau ketika tiba di candi ini. Memang keadaan Candi Simping sudah runtuh, namun jika dicermati akan nampak keindahan yang teramat yang menjadi keistimewaan candi ini. Keistimewaan itu adalah ukiran-ukiran reliefnya yang begitu indah dan mendetail. Keindahan relief-reliefnya menggambarkan begitu tingginya seni pahat pada massa itu. Selain relief-reliefnya yang memukau, candi yang dipercaya sebagai tempat pendarmaan raja pertama Majapahit ini memiliki beragam motif kala yang mungkin tidak dimiliki candi-candi lain.
Menurut Negarakertagama, raja pertama Majapahit yang bergelar Kartarajasa Jayawarddhana atau dikenal juga dengan sebutan Raden Wijaya meninggal pada tahun 1231 Saka (1309 M) dan didharmakan di Candi Simping sebagai Hari-Hara (Wisnu-Siwa). Sedangkan dalam kitab Pararaton disebutkan bahwa Raden Wijaya di dharmakan di Antahpura sebagai budha. Antahpura kemungkinan adalah Candi Brahu yang lokasinya berada di Trowulan (Ibu Kota Majapahit).
Candi Simping pernah mengalami renovasi sekitar tahun 1283 Saka (1361 M) di era pemerintahan Hayam Wuruk. Termuat dalam Negarakertagama bahwa selepas berkunjung ke Lodoyo, sang raja menuju Desa Simping untuk memperbaiki candi leluhur yang telah bergeser ke barat. Selanjutnya dilakukan renovasi untuk menggeser candi agak ke timur serta dilakukan penataan sesuai dengan isi prasasti.
——————————————————————————————————————————————-
Candi Bacem
Candi Bacem terletak di Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Letaknya cukup terpencil dan jauh dari pusat kota. Namun jangan kawatir karena penunjuk arah ke lokasi candi cukup lengkap. Untuk rute selengkapnya menuju Candi Bacem dapat dilihat pada halaman ”Rute dan Informasi.”
Candi Bacem terdiri dari sebuah candi induk dan sebuah candi perwara. Kondisi candi ini cukup memprihatinkan, bangunan candinya sudah sangat rusak, mungkin disebabkan karena bahan penyusun candi ini terbuat dari bata merah yang tidak sekuat batu andesit.
Kami tidak memperoleh informasi yang jelas mengenai Candi Bacem. Kami hanya beragumen bahwa candi ini dibangun pada era Kerajaan Majapahit. Karena pada era tersebut, batu bata memang gencar digunakan sebagai bahan penyusun candi. Selain itu, jika dilihat dari sisa struktur bangunannya (berdasarkan temuan umpak dan bentuk bangunan), Candi Bacem memiliki kemiripan dengan Candi Gayatri yang merupakan peninggalan dari era Kerajaan Majapahit.
——————————————————————————————————————————————-
Situs Besole
UPDATE MEI 31, 2010 OLEH TRAVELLERS2009
Situs Besole berada di Dusun Besole, Desa Darungan, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Bangunan utama yang didapati pada Situs Besole adalah tangga masuk berbahan dasar bata merah, yang berada ±2m di bawah permukaan tanah. Sebagian bangunan masih terkubur di dalam tanah, dan jika digali seluruhnya diperkirakan akan memerlukan lahan yang cukup luas. Situs Besole berada di tanah milik Bapak Mesenan yang konon enggan melepaskan tanahnya kepada pihak BP3 Jatim, sehingga penelitian dan penggalian terhadap situs ini menjadi terkendala.
Saat ini Bapak Mesenan menjadi juru kunci Situs Besole. Menurut penuturan beliau, situs peninggalan Kerajaan Majapahit ini dulunya cukup tinggi namun kemudian runtuh sehingga hanya tersisa bagian kakinya saja. Keterangan dari Bapak Mesenan sedikit bertentangan dengan informasi yang kami peroleh di dunia maya. Menurut artikel yang dimuat dalam okezone.com, Situs Besole merupakan peninggalan dari era Kerajaan Kadiri yang periodenya lebih tua dari pada Kerajaan Majapahit.
——————————————————————————————————————————————-
Writer : Galy Hardyta
Revisi terakhir : Januari 2012
Sumber :
- Juru Kunci Situs Besole
- http://news.okezone.com/read/2008/05/11/1/108160/puluhan-situs-kerajaan-kuno-di-jatim-terantar





penyebutan grumosol sebenarnya perlu dievaluasi, Mas…. Apa tanahnya berat (liatnya dominan), ada lap kubisnya, bisa kembang kerut, di zona cekungankah…. hehehehe… saran nich…. tekstur tanah di Jimbe dominan geluh pasiran…. Apalagi Besole yang lebih dekat dekat regosol….. (masukan aja Mas)… trims
matur nuwun mas masukannya..
sebenarnya judul yang kami berikan hanya bertujuan untuk meringkas.
intinya adalah menjelajahi situs-situs peninggalan sejarah di selatan sungai brantas (di Blitar) yang jenis tanahnya di dominasi tanah grumosol..
Candi Bacemnya kelewatan satu, masih ada satu candi lagi dekat sana
http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Bacem
Bisa dibahaskah ? Trims
Setelah kami telusuri ternyata Candi Bacem ya cuma di situ mas.. Mungkin penulis wikipedianya yang salah menulis..
Salut msh ada anak bangsa yang peduli peninggalan sejarah… Kalo ada jadwal tour kontak2 bro…
terima kasih tlah berkunjung ke daerah kami untuk mengetahui lebih banyak tentang Candi Bacem… tentunya kami berharap ini semua bisa membantu agar pemerintah lebih tahu tentang kondisi peninggalan sejarah di Blitar… kami dukung terus…
trimakasih juga atas dukunganya.. artikel-artikel tentang blitar pada blog sodara juga menarik, semoga blitar semakin jaya….
heh bocah…lek dolan i yo mbok ajak2 to….!!!!!
good article, bravo…
http://mobil88.wordpress.com