Candi-candi dari Masa yang Berbeda di Blitar Barat

Participant                             : Galy, Kcing

Meski sementara ini keanggotaan kami belum lengkap, namun perjalanan kami masih terus berlanjut. Perjalanan kali ini kami arahkan ke Blitar bagian barat. Kawasan tersebut terkenal dengan industri ayam petelurnya yang memenuhi ± 40% kebutuhan telur Negara. Tetapi di balik semua itu, Blitar bagian barat juga menyimpan peninggalan-peninggalan budaya masa lalu yang patut untuk dilestarikan. Berikut bebarapa peninggalan sejarah yang tersebar di kawasan Blitar barat.

Candi Kalicilik

Candi Kalicilik adalah candi bernafaskan Hindu yang secara administratrif terletak di Dusun Kalicilik, Desa Rejoso, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Lokasinya berada 10.7 km di barat laut pusat Blitar.

Penyusun utama Candi Kalicilik adalah bata merah, adapun batu andesit hanya digunakan untuk memperkuat ambang pintu dan relung-relung candi. Latar belakang sejarah terkait candi ini masih diperdebatkan. Berdasarkan arsitekturnya, candi Kalicilik memiliki kemiripan dengan candi-candi era Singosari, akan tetapi berdasarkan kronogramnya candi ini memiliki keterkaitan dengan Majapahit.

Berikut pandapat Dr. Agus Aris Munandar Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang mungkin bisa menjadi jalan tengah bagi kedua pendapat di atas:

Di bagian depan batu ambang yang terletak di atas pintu masuk Candi Kalicilik terpahat angka tahun 1271 Saka atau 1349 M, jadi bangunan ini berasal dari masa Majapahit. Dahulu sekitar awal abad ke-19 bangunan kuno ini disebut dengan Candi Genengan, yang mungkin merupakan nama asli bangunan itu.

Hal yang menarik adalah mungkin saja Kagenengan tempat pendharmaan Ken Arok itu adalah Candi Kalicilik sekarang, sedangkan angka tahun yang menunjuk masa Majapahit tersebut, bisa saja angka tahun peringatan terhadap perbaikan atau pemugaran dari bangunan yang telah ada sebelumnya dari masa Singosari.

Seperti yang tertulis dalam Kitab Negarakertagama bahwa Ken Arok didharmakan di dua tempat, yakni di Kagnangan sebagai Siwa dan di Usana sebagai Budha. Kagnangan sendiri tercatat sebagai salah satu dari 27 percandian dalam Negarakertagama. Selain kemiripan nama antara Genengan dengan Kagnangan, ciri-ciri Candi Kalicilik juga menunjukkan ciri siwaistis, yakni dengan pernah ditemukannya arca Agastya (Siwa Maha Dewa) di area candi ini.

——————————————————————————————————————————————-

Kekunaan Mleri

Kekunaan Mleri terletak di Kecamatan Srengat di kaki Gunung Pegat, kira-kira 9.7 km di barat pusat Blitar. Letaknya berdekatan dengan situs Pertapaan Dewi Kilisuci (peninggalan dari Kerajaan Kadiri) yang terletak di puncak Gunung Pegat. Keterangan lebih lanjut mengenai rute menuju Kekunaan Mleri dapat dilihat pada halaman ”Rute dan Informasi.”

Kekunaan Mleri atau Candi Mleri adalah reruntuhan candi yang sebagian batu-batu candinya disusun menjadi komplek makam. Dikawasan ini tersimpan berbagai artefak-artefak seperti antefik, kala, lingga, prasasti, relief-relief yang indah, swastika, dan yoni. Berikut diskripsi dari artefak-artefak yang tersimpan di Kekunaan Mleri: Antefik. Antefik adalah unsur bangunan yang berfungsi sebagai hiasan bagian luar bangunan candi dalam bentuk segitiga meruncing. Kala. Penggambaran kala sering dilengkapi dengan tangan bercakar dan semacam tanduk di bagian kepala.  Kala bisanya terletak di bagian ambang pintu maupun di atas relung-relung candi. Lingga. Lingga adalah simbol aspek pria, juga sebagai penggambaran Dewa Siwa. Swastika. Swastika adalah semacam penunjuk arah atau kompas. Yoni. Yoni adalah simbol aspek wanita yang juga merupakan penggambaran istri Dewa Siwa (dewa dalam agama Hindu). Biasanya digambarkan dalam kesatuannya dengan lingga. Berdasarkan adanya lingga dan yoni, diperkirakan bahwa latar belakang keagamaan dari Kekunaan Mleri adalah agama Hindu.

Konon harimau putih dalam relief ini dapat hidup pada malam-malam tertentu.

Kekunaan atau Candi Mleri diyakini sebagai tempat pendarmaan Ranggawuni atau Wisnuwardhana, raja ke-tiga Kerajaan Singosari (versi Negarakrtagama). Menurut Kitab Negarakertagama Wisnuwardhana didharmakan dengan wujud arca Siwa di Waleri (Mleri) dan arca Sugata (Budha) di Jajaghu (Candi Jago).

Kawasan Kekunaan Mleri ini didirikan pada tahun 1102 Saka/ 1180 M, sesuai dengan angka tahun yang terpahat di balik arca durga. Keterangan tersebut kami peroleh dari juru kunci Kekunaan Mleri dan dari LOCAL CONTENT DAN COUNTY PROFILE KABUPATEN BLITAR. Berdasarkan angka tahun tersebut, diketahui bahwa Kekunaan Mleri telah didirikan sejak era Kerajaan Kadiri dari pemerintahan Aryyeswara. Aryyeswara memerintah dari tahun 1170 sampai 1180 Masehi dengan lambang atau lancana kerajaan berupa ganesa. Lancana ganesa  Aryyeswara terpahat pada salah satu prasasti di Kekunaan Mleri. Wisnuwardhana sendiri baru mangkat pada tahun 1190 Saka/ 1268 M. Dengan demikian, mungkin saja Kekunaan Mleri tetap digunakan hingga era Kerajaan Singosari. Sebagaimana halnya dengan Candi Penataran, yang juga didirikan sejak era Kerajaan Kadiri dan digunakan hingga era Kerajaan Majapahit.

——————————————————————————————————————————————-

Candi Sumbernanas

Candi Sumbernanas terletak di Dusun Rejoso, Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Letak Candi Sumbernanas berdekatan dengan Candi Kalicilik, kira-kira 2 km ke arah tenggara.

Candi Sumbernanas pertama kali ditemukan pada tahun 1919, saat tanah di sekitar candi longsor akibat letusan Gunung Kelud. Keadaan bangunanya telah runtuh dan berantakan, hanya tersisa bagian pondasi candi. Oleh karena itu, masyarakat sekitar menyebut Candi Sumbernanas dengan sebutan Candi Bubrah (yang artinya berantakan). Sedangkan nama “Sumber Nanas” diberikan karena candi ini berada di areal pertanian dengan potensi tanaman nanasnya.

Pada Candi Sumbernanas pernah ditemukan arca Siwa Maha Dewa dan dewa Brahma. Berdasarkan temuan tersebut diduga candi ini merupakan candi yang bernafaskan agama Hindu.

Latar kerajaan Candi Sumbernanas belum diketahui, tetapi ada pendapat yang menyatakan bahwa candi ini merupakan peninggalan Pu Sindo dari dinasti Isyana.

——————————————————————————————————————————————-

Candi Pemandian Penataran

Keberadaan Candi Pemandian Penataran erat kaitanya dengan keberadaan Candi Penataran. Letaknya pun berdekatan dengan Candi Pentaran. Meskipun demikian keberadaan candi ini kurang mendapat perhatian dari pengunjung Candi Pentaran. Hal tersebut memang beralasan, sebab pintu masuknya tepat berada di tikungan jalan dengan lalulintas yang cukip ramai, sehingga menyulitkan para pengunjung untuk berkunjung. Umumnya para pengunjung Candi Penataran yang lewat hanya sekedar bertanya-tanya, bangunan apakah itu??

Candi Pemandian Penataran ini bukan lah petirtaan kuno yang berada di belakang Candi Penataran. Candi Pemandian Penataran merupakan bangunan tersendiri.

——————————————————————————————————————————————-

Writer : Galy Hardyta

Revisi terakhir : Februari 2012

Sumber :

About these ads

Perihal travellers2009
~tentang persahabatan dan wisata seputar Blitar~ klick beranda untuk melihat daftar obyek wisata di Blitar dan sekitarnya.

26 Responses to Candi-candi dari Masa yang Berbeda di Blitar Barat

  1. mawi wijna mengatakan:

    Candi Kalicilik sepertinya bagus untuk obyek foto

  2. Ping-balik: PENINGGALAN SEJARAH | bankai

  3. Cuk Riomandha mengatakan:

    semoga pertengahan agustus ini, bisa jelajah candi di blitar !

  4. Backpacker mengatakan:

    halo, nanya,
    Ada nggak angkot menuju Candi Rambut Monte,
    Mungkin dari kota naik apa, turun mana dan ngojek berapa,
    maklum backpackeran………

    terima kasih [saya komen disini karena ga ada kotak komen di artikelnya]

  5. Ping-balik: Peninggalan Sejarah di Tanah Grumusol Blitar Selatan « Gilbgetz's Blog

  6. deevro mengatakan:

    thnkZ boss [ http://www.Deevro.Co.Cc ],,
    Visit Back pLease ,, ^_^

  7. WIZNU MANK CUPU mengatakan:

    Artikelnya lumayan menarik,,,,
    LANJUTKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  8. paramita okta mengatakan:

    waduchh aku jadi tertarik ney,, aku anak jurusan sejarah tapi belum begitu tau tentang beberapa situs candi di blitar .. kalau begini jadi tau,, thanks infonya,, kapan2 dosen n temen2.ku aku rekomendasikan buat jalan2 ke blitar …

  9. nur mengatakan:

    sangat bagus.jadi tahu banyak sejarah.tanyakan aza selengkapnya pada juru kuncinya.di atas gunung pegat ada makam peninggalan majapahit

    • travellers2009 mengatakan:

      makam yang mana mbak?? dari keterangan jurukunci kekunaan mleri kami hanya diberi tahu mengenai pertapaan dewi kilisuci, makam maling aguno, dan makam wedono srengat.. Kalau makam maling aguno dan pertapaan dewi kilisuci sudah kami bahas pada posting lain.. :D
      trimakasih sudah mampir..

  10. dewi tyas mengatakan:

    seneng bgt bisa bc semua postingan dr d’travellers,,, lanjutkan,,, sangat bermanfaat buat generasi muda,aq tunggu postingan yg terbaru yaaa

  11. Shukron Fauzi mengatakan:

    ijin CoPas dan di ganti sedikit ya.,.,. buat tugas sekolah.,.,.
    maksih sebelumnya.,.,.

  12. Tiyok mengatakan:

    Menarik posting ya…, bisa ditambahkan Ada situs diatas gunung Pegat, Arah Nya timur laut Mleri, tahun 80 Saya pernah naik kesana..info yang Saya terima…Gaya relief ya lebih tua Dari Mleri. Trims.

  13. Shukron Fauzi mengatakan:

    pastinyooo selalu yag cantumkan sumbernya.,.,.,???

  14. Ping-balik: Situs-situs Bersejarah di Blitar Legenda dari Mulut ke Mulut | Tugas Sekolahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 321 pengikut lainnya.