Arca-arca Kuno Cermin Kekayaan Blitar
Februari 11, 2010 18 Komentar
Participant : Galy, Kcing
Keberadaan beberapa kelompok arca yang tersebar di berbagai kawasan di Blitar telah mencuri perhatian kami. Hal ini sejalan dengan obsesi kami yang ingin memperkenalkan Blitar kepada kalayak luas. Obsesi yang ingin mengangkat apa saja kekayaan yang ada di Blitar kepada kalayak luas. Dan berikut beberapa kelompok arca yang menjadi cermin kekayaan dan keluhuran budaya Blitar tempo dulu hingga sekarang:
Arca Warak
Arca Warak terletak di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Tepatnya terletak ± 2 km di sebelah timur laut Candi Penataran. Lokasinya sangat terpencil, berada di pinggir sungai di antara kerumunan pohon bambu.
Sebenarnya Situs Arca Warak lebih tepat disebut sebagai kelompok arca, sebab pada situs ini tidak hanya ditemukan arca tunggal melainkan ditemukan beberapa arca. Arca-arca tersebut memiliki keunikan jika dibandingkan dengan arca-arca kuno lain yang ditemukan di Blitar, di mana gaya pahatan yang ditampilkan pada arca terkesan primitif.
Selain arca-arca, pada Situs Arca Warak juga ditemukan berbagai artefak lainnya seperti: batu candi, jaladwara, kemuncak, dan lumpang. Jaladwara adalah unsur bangunan yang berfungsi untuk mengalirkan air. Biasanya jaladwara berbentuk mirip Makara pada bangunan candi, namun jaladwara pada Situs Arca Warak memiliki keunikan jika dibandingkan dengan jaladwara pada umumnya, yakni berbentuk seekor gajah.
Tak banyak informasi yang dapat kami peroleh mengenai Situs Arca Warak ini. Berbagai artikel dari beberapa website menyatakan bahwa situs ini adalah peninggalan pasukan Mataram kuno yang sedang membuka hutan untuk pemukiman. Ada juga website yang menyadur keterangan juru kunci dan menyebutkan bahwa situs ini merupakan peninggalan dari era Kerajaan Majapahit.
Letak arca Warak yang berdekatan dengan komplek candi Penataran.
——————————————————————————————————————————————-
Situs Gedog
Situs Gedog terletak di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kodya Blitar. Kurang lebih 300m di barat laut SPBU Gedog. Situs ini adalah salah satu situs peninggalan hindu yang terletak di kawasan Kodya Blitar.
Situs Gedog terdiri dari sebuah yoni dan dua buah kala. Yoni adalah simbol aspek wanita yang juga merupakan penggambaran istri Dewa Siwa (dewa dalam agama Hindu). Biasanya digambarkan dalam kesatuannya dengan lingga. Pada bagian atas yoni terdapat sebuah lubang berbentuk segi empat untuk meletakkan lingga, namun lingga pada Situs Gedog ini tidak ditemukan. Kala adalah hiasan berbentuk kepala raksasa dengan ekspresi menakutkan. Penggambaran kala sering dilengkapi dengan tangan bercakar dan semacam tanduk di bagian kepala. Keunikan kala pada Situs Gedog ini adalah, bentuknya yang sederhana tanpa dilengkapi dengan tangan dan tanduk.
Tidak ada informasi yang jelas mengenai situs ini. Hanya saja keberadaanya sering dikait-kaitkan dengan kepercayaan penduduk setempat. Menurut penduduk setempat keberadaan Situs Gedog merupakan sebuah pengingat bahwa penduduk Kelurahan Gedog tidak diperkenankan menikah dengan penduduk Kelurahan Bendo Gerit.
——————————————————————————————————————————————-
Kelompok Arca Gaprang
Kelompok Arca Gaprang adalah sebuah situs bersejarah yang terletak di Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Lokasi situs ini cukup dekat dengan pusat Kota, sehingga tidaklah sulit untuk menjangkaunya. Cukup dengan menyusuri lajur timur perempatan Karangtengah sejauh 1,3 Km, papan keterangan menuju Kelompok Arca Gaprang sudah terlihat. Sayangnya ukuran papan tersebut terlalu kecil dan nyempil di sisi utara jalan, sehingga kurang terlihat. Ancer-ancer temudah untuk menuju situs ini adalah dengan berpatokan pada sebuah perempatan di timur SDN Gaprang 2. Di perempatan ini pula papan keterangan menuju kelompok arca dapat dijumpai. Dari perempatan tersebut tinggal berbelok ke selatan sejauh 100 m dan kesakralan Kelompok Arca Gaprang sudah dapat dirasakan.
Seperti namanya, Kelompok Arca Gaprang merupakan sebuah situs bersejarah yang terdiri dari kumpulan beberapa arca. Arca-arca tersebut antara lain: sebuah arca dwarapala (reco pentung), sebuah arca dewa yang sempat dicuri namun berhasil diketemukan lagi, dan dua buah arca yang menggambarkan sosok laki-laki dan wanita. Di antara kesemuanya, arca laki-laki dan wanita ini lah yang paling fenomenal, sebab dianggap sebagai perwujudan manusia pertama dalam mitologi kuno.
Sebenarnya Kelompok Arca Gaprang tidak hanya terdiri dari sekumpulan arca saja, melainkan juga dijumpai beberapa komponen penyusun candi. Komponen-komponen tersebut tediri dari kemuncak, kala, dan makara. Kala merupakan hiasan bermotiv raksasa yang bisanya terletak di bagian ambang pintu maupun di atas relung-relung candi, sedangkan makara adalah hiasan bermotiv hewan mitologi yang bisanya terletak di pipi tangga suatu candi.
Menurut pemaparan jurukunci, arca-arca yang terdapat pada Kelompok Arca Gaprang ini merupakan peninggalan dari era Kerajaan Singosari, yang sebagian berasal dari Candi Sawentar.
——————————————————————————————————————————————-
Arca Ganesa Boro
Arca Ganesa Boro terletak di Dusun Boro, Desa Tuliskriyo Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. Untuk lebih jelasnya, rute menuju Arca Ganesa Boro telah kami cantumkan di bawah ini.
Arca ganesa yang terletak di Dusun Boro ini memang cukup unik, pada bagian depannya terpahat wujud ganesa sedangkan pada bagian belakang terpahat wujud mahakala. Di bagian bawah arca terpahat kronogram yang berbunyi hana gana hana bumi yang jika ditulis menggunakan angka arab menjadi 1611. Namun karena tahun yang terpahat tersebut adalah tahun saka maka kronogram tersebut harus dibaca dari kanan, menjadi 1161 Saka.
Secara umum ganesa selain dikenal sebagai dewa ilmu pengetahuan, juga dikenal sebagai dewa penghalau rintangan. Oleh karena itu arca ganesa sering diletakkan di perempatan jalan, ditempat-tempat angker, dan di pinggiran sungai. Sehingga sangat masuk akal apabila arca ganesa ini diletakkan di pinggiran Sungai Brantas. Lain halnya dengan penuturan Juru Kunci Arca Ganesa Boro, menurut beliau arca ganesa ini berasal dari Kekunaan Jimbe. Konon setelah dipindahkan ke Alon-alon Blitar, tiba-tiba saja arca ini menghilang dan berpindah secara gaib ke Dusun Boro.
Menurut beliau, Kekunaan Jimbe merupakan situs peninggalan dari era Kerajaan Singosari, sehingga otomatis Arca Ganesa Boro juga merupakan arca peninggalan dari era kerajaan Singosari. Dan memang jika ditilik dari kronogramnya, Arca Ganesa Boro adalah arca peninggalan dari era kerajaan Singosari yang berdiri 17 tahun sebelumnya pada 1144 Saka. Terlepas dari unsur mitos, sepertinya peletakan Arca Ganesa Boro merupakan salah satu upaya legitimasi Kerajaan Singosari (era Raja Anusapati) atas bandar-bandar di sekitar Sungai Brantas yang dulunya dikuasai Kadiri.
——————————————————————————————————————————————-
Situs Mbah Bodho
UPDATE MEI 31, 2010 OLEH TRAVELLERS2009
Situs Mbah Bodho berlokasi di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Tepatnya berada di tengah sawah di selatan pemakaman umum Minggirsari. Nama Mbah Bodho adalah penyebutan arca dwarapala oleh masyarakat Jawa Timur, khususnya Blitar dan Tulungagung. Situs Mbah Bodho terdiri dari dua buah arca yang semuanya adalah arca dwarapala. Kajian sejarah mengenai situs ini dinilai masih sangat minim. Kami tidak memperoleh keterangan mengenai situs ini di literatur mana pun. Menurut legenda setempat keberadaan arca-arca ini berkaitan dengan perbatasan dua buah kerajaan, namun penduduk sekitar kurang mengetahui kerajan-kerajaan apakah itu.
Jangan terkejut bila anda mendapat tanggapan yang sinis dari penduduk setempat ketika berkunjung ke situs ini. Hal tersebut disebabkan karena dahulu kerap terjadi pencurian arca-arca di situs ini, sehingga penduduk setempat merasa trauma dan sangat protektif terhadap pengunjung yang datang. Syukurlah saat ini situs tersebut telah dikelola oleh pihak pemerintah. Menurut keterangan salah satu warga, kini situs Mbah Bodho kerap dikunjungi bapak-bapak dari dinas.
——————————————————————————————————————————————-
Writer : Galy Hardyta
Revisi terakhir : Januari 2012
Sumber :
- Juru Kunci Kelompok Arca Gaprang
- Juru Kunci Arca Ganesa Boro
- Warga Gedog
- Warga Minggirsari
- Mardiono. 2006. Napak Tilas Jejak-jejak Kaki Wong Blitar dari Masa ke Masa
- http://jatim.vivanews.com/news/read/114137-arca_warak__situs_majapahit_memprihatinkan
- http://modangan.blogspot.com/




lokasinya sebelah mana nih?
kalo ke Blitar biar bisa mampir
waduh luas tersebar dari utara sampai selatan kota n kab blitar..
lokasinya udah tertera kog..
kalo kurang jelas biza bertanya lg…
Informasi yang bagus, indonesia perlu mulai menghargai budaya dan peninggalannya sehingga tidak di “aku-aku” oleh negara lain….
http://mobil88.wordpress.com
sukses untuk anda
trimakasih mas atas kunjungan dan dukunganya..
artikel di http://mobil88.wordpress.com jg menarik..
huah, di Indonesia nih peninggalan sejarah kayak gini banyak banget menyebar dimana-mana, sayangnya memang kurang perhatian dari semua pihak. Padahal ini harta yang sangat berharga
Situs gedong tuh ancer – ancernya dimana ya ? Terima Kasih
-Pertigaan SPBU gedog ke utara.
-Kmudian belok kiri pada gang di sebelah parit.
-Lurus saja, situs gedog beada di bawah pohon beringin.
sama-sama
aku share ke blog ku ya….., buat temen2 blitar perantauan..
monggo mas..
kami berterimakasih malahan…
sory balesanya telat banget…
Hm, ternyata situs gedog cuma berjarak 1 km dari Makam Bung Karno,
sudah saya tandai di wikimapia
http://wikimapia.org/#lat=-8.0879529&lon=112.1847117&z=18&l=0&m=b&show=/9484243/Situs-Gedog
sippp…..
hmm, di kota blitar tidak hanya situs gedog saja… coba teliti lebih dalam….
makasih infonya..
akan kami teliti lagi..
saya sangat senang masih ada teman teman yangmasih memperhatikan peningalan sejarah. tapi sayangnya dak dikumpliti sekaligus.yang penting tahu kapasitas masing masing
maaf mas maksudnya “ndak dikumplitin” gimana??
kami kog kurang paham…
Wuih…saya paling suka baca yang ginian nih…membayangkan masa lalu itu menyenangkan…..
ada patok batu kuno di hutan jati tepi jalan antara kademangan dan lodoyo….coba di vek. juga ada prasasti di sebelah timur pom bensin sutojayan….mohon di infokan. ada juga patok batu kuno antara desa gogolatar dan njengglong talun di pinggir jalan…..coba d telusuri…..
ada lagi banyak lulmpang batu kuno berserakan di desa jajar talun dan sekitarnya…….sungguh unik blitar ini.
siap pak
trimakasih informasinya..
untuk prasasti memangsengaja tidak kami bahas di blog.. mungkin akan langsung dibahas di forum FB..