Gunung Kelud, Panorama Alam dan Legenda Cinta

Participant : Bokir, Galy, Kcing, Meitika.

Seharusnya tulisan ini diposting sebelum tulisan mengenai Pantai Peh Pulo, dan seharusnya posting ini ditulis oleh Meitika. Tapi karena dia lagi banyak pikiran akhirnya aku yang harus nulis. Tak apalah itung-itung amal.

Siapa sih yang tidak mengenal Gunung Kelud? Gunung Kelud adalah gunung berapi aktif yang berada di perbatasan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri. Gunung Kelud dikenal memiliki pemandangan alam yang indah, sehingga cocok sebagai sarana rekreasi untuk melepas kepenatan. Tak ayal kami yang cukup dipenatkan dengan tugas-tugas kuliah menyempatkan diri untuk menyambanginya.

Perjalanan menuju Gunung Kelud kami awali dari base camp D’Travellers di Jl Brigjen Katamso 68 Gedog. Kami berangkat dengan bersepeda motor menyusuri rute Gambar-Sugihwaras. Rute Gambar-Sugihwaras bisa dibilang rute yang berat jika dibandingkan dengan rute Ngancar, namun melalui rute ini kami dapat menghemat waktu dan bahan bakar, karena rute ini adalah rute terdekat dari Kota Blitar menuju Gunung Kelud. Mengenai rute dan informasi selengkapnya dapat diakses pada halaman Rute dan Informasi.

Setelah menyusuri rute dengan benar akhirnya kami sampai di pintu masuk kawasan wisata Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kabupaten Kediri. Disini kami harus menyelesaikan administrasi terlebih dahulu untuk bisa melanjutkan perjalanan. Setelah menyelesaikan administrasi kami pun beranjak menuju Kaldera Gunung Kelud. Sepanjang perjalanan menyusuri lereng Kelud, kami benyak menjumpai pemandangan yang memukau. Sungguh tiada duanya melihat kota sekitar dari ketinggian 1731 m  di atas permukaan laut.

Selain pemandangan yang memukau kami juga menjumpai misterious road. Disebut ”misterious road” karena jalan ini dianggap memiliki anomali. Misalnya ketika kita meletakkan sebuah botol di ruas jalan ini, botol tersebut akan menggelinding ke tempat yang lebih tinngi. Em.. tp emang g’ tinggi-tinggi amat.  Bisa saja hal ini hanya fatamorgana bentukan lingkungan sekitar, mengingat kontur gunung yang memang tidak rata. Setelah sempat beratraksi di misterious road kami pun melanjutkan perjalanan.

Akhirnya kami sampai juga di kaldera Gunung Kelud. Untuk menuju bagian dalam kaldera, kami harus melewati terowongan yang cukup gelap. Untung saja di antara kami tidak ada yang pobia gelap, sehingga kami dapat melewatinya dengan lancar.

Pemandangan di dalam kaldera sungguh memukau. Tebing-tebing indah menghiasi pemandangan sekeliling kaldera. Kawah Gunung Kelud yang dulunya berupa danau, kini berubah menjadi kubah lava akibat aktivitas vulkanik yang sempat meningkat pada tahun 2007 lalu. Kubah lava tersebut terus dan terus menyemburkan gas belerang, sehingga wisatawan yang berkunjung dilarang untuk mendekati kubah tersebut. Tapi demi memperoleh view yang bagus, Bokir dan Cing rela mendekati kubah lava tersebut. Prediksi mereka tak salah, pemandangan di sekitar kubah memang memiliki kesan yang lebih. Kesan tersebut timbul karena suasana liarnya. Suasana liar itu timbul karena radius 500m dari kubah lava memang jarang dijamah wisatawan.

Tak puas menikmati kubah lava dari bawah kami pun memaksakan diri untuk menikmati keindahan kubah lava dari atas puncak Gajah Mungkur. Syukurlah kami tak harus bersusah payah mendaki, karena telah ada vasilitas tangga  menuju puncak. Tapi tetep aja capeknya bukan main. Sesampainya di puncak kami pun beristirahat sejenak untuk melepas lelah sembari menikmati keindahan kelud dari atas.

Setelah badan kami cukup vit, kami bergegas meluncur menuju sungai air panas di luar kaldera. Rasanya tidak afdol jika tidak menyempatkan diri untuk berendam disini. Meskipun yang direndam cuma kaki, tapi lumayan bisa ngilangin pegel-pegel. Kiranya sudah cukup kami menikmati keindahan alam Gunung Kelud, badan udah vit dan saatnya pulang hehehehe..

Ssssst!! Tapi ada yang tau g’ legenda cinta tentang Gunung Kelud ini? Saat nulis posting ini, aku teringat tentang sebuah legenda yang diceritakan oleh jurukunci Kekunaan Mleri. Begini ceritanya, alkisah pada masa Kerajaan Kediri ada seorang patih sakti bernama Lembu Suro. Patih tersebut berhasrat mempersunting putri mahkota Kerajaan Kediri yaitu Dewi Kilisuci. Namun sayang Dewi Kilisuci tidak berkenan karena Lembu Suro memiliki wajah yang menyerupai lembu. Dewi Kilisuci mengetahui bahwa Lembu Suro sangat sakti, sehingga jika ia menolak lamarannya mentah-mentah dikawatirkan akan menimbulkan pertumpahan darah. Akhirnya Dewi Kilisuci pun menyusun rencana untuk menolak lamaran sang Lembu Suro.

Dewi Kilisuci meminta persyaratan terlebih dahulu sebelum lembu Suro bisa mempersuntingnya. Dia meminta Lembu Suro untuk membuat sumur di puncak Gunung Kelud. Lembu Suro pun menyanggupinya, dengan kesaktianya persyaratan tersebut dapat dipenuhi dengan mudah. Setelah sumur tersebut cukup dalam, Dewi Kilisuci beserta abdinya justru mengubur hidup-hidup Lembu Suro yang masih berada di dalam. Lembu Suro pun murka dan mangutuk Dewi Kilisuci beserta rakyat Kediri. Dalam kutukanya, Lembu Suro menyatakan akan membanjiri Kediri dengan lahar.

Kutukan itupun terjadi, Dewi Kilisuci pun iba melihat penderitaan rakyatnya. Akhirnya ia menebus kesalahanya dengan melepas tahta dan bersemedi memohon keselamatan untuk rakyatnya di Goa Selomangleng dan Gunung Pegat hingga akhir hayatnya.

Hem.. gunung yang menawan, tapi menyimpan legenda pengkhianatan cinta yang pedih. :(

——————————————————————————————————————————————-

Related post:

——————————————————————————————————————————————-

Writer : seharusnya Meitika

Revisi terakhir : –

About these ads

Perihal travellers2009
~tentang persahabatan dan wisata seputar Blitar~ klick beranda untuk melihat daftar obyek wisata di Blitar dan sekitarnya.

11 Responses to Gunung Kelud, Panorama Alam dan Legenda Cinta

  1. MeiTIKA mengatakan:

    hehehehehehehehehehehehe
    sry bgt aq ga isa bikin artikelna….

  2. MeiTIKA mengatakan:

    xixixixixixixixixixixixixixi

  3. Tiyok mengatakan:

    Legenda Dw Kilisuci yang dimaksud Lembu Suro, apa yang biasa dituturkan mbah2 kita disebut Mahesa Suro…? Ikon Lembu/ banteng = power full telah dipilih oleh founding father kita sebagai lambang partai PNI, partainya kaum Marhen,…pengucapannya mirip Mahesa.. secara kebetulan akhirnya kehidupan BK..ditandai dengan ontran2 sebuah sumur di lubang buaya. Sepertinya sejarah diputar lagi, meskipun tdk persis sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 389 pengikut lainnya.