Situs-situs Bersejarah di Blitar, Legenda dari Mulut ke Mulut

Participant  : Galy, Kcing

Ternyata petualangan kami menyusuri peninggalan-peninggalan sejarah di Blitar belumlah usai. Semakin kami mencari, semakin banyak pula situs-situs bersejarah yang menunggu untuk kami kunjungi. Baik yang bersumber dari legenda, cerita rakyat, maupun dari perbincangan ringan di berbagai situs jejaring sosial di dunia maya. Berikut ini adalah peninggalan-peninggalan sejarah yang berhasil kami telusuri, meski hanya bersumber dari mulut ke mulut:

Tulisan ini sekaligus meralat pernyataan kami pada tulisan: Blitar Timur, Perburuan Percandian Terakhir

Situs Sumber Buntung

Sepertinya penemuan peninggalan-peninggalan sejarah di Blitar tidak akan ada habisnya, sebab hampir setiap tahunnya selalu ditemukan situs baru di kota ini. Situs terbaru yang ditemukan pada tahun 2010 kemarin adalah Situs Sumberbuntung. Situs Sumberbuntung merupakan kelompok arca yang berbahan dasar tanah liat (terakota). Namun sayang saat ini kelompok arca tersebut telah dipindahkan ke museum purbakala Trowulan untuk diamankan dan diteliti.

Selain arca, di situs ini juga ditemukan yoni. Yoni adalah simbol aspek wanita yang juga merupakan penggambaran istri Dewa Siwa (dewa dalam agama Hindu).

Tiada salahnya untuk mengunjungi tempat penemuan situs yang terletak di Dusun Sumberbuntung, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar ini. Sebab dalam mitologi kuno, tempat didirikanya bangunan suci memiliki arti yang lebih penting dari pada bangunan suci itu sendiri.

Berdasarkan foto yang kami dapatkan dari kaskus,  dapat ditarik sebuah hipotesa mengenai latar belakang sejarah situs ini. Salah satu fragmen Raksasa Gana dalam foto tersebut menunjukkan kemiripan bentuk dengan fragmen yang ditemukan pada Candi Sambisari. Sungguh mengejutkan mengingat Candi Sambisari adalah peninggalan kerajaan Mataram Hindu yang berada di Kabupaten Sleman DIY, yang lokasinya cukup berjauhan dengan penemuan situs ini.

Bukan berarti hal ini tidak bisa dijelaskan. Mari bercermin pada data sejarah, dimana dahulu daerah kekuasaan kerajaan Mataram Hindu meluas hingga Jawa Timur, misalnya saja pada masa pemerintahan Dyah Balitung. Sehingga mungkin saja temuan-temuan pada Situs Sumberbuntung ini adalah peninggalan dari Kerajaan Mataram Hindu.

Mengapa hipotesa kami mengarah pada Kerajaan Mataram Hindu? Coba bandingkan antara penggambaran Raksasa Gana pada era Mataram Hindu dengan Majapahit, tentunya sangat berbeda bukan?

——————————————————————————————————————————————-

Situs Mbah Reco

Situs Mbah Reco terletak di bawah pohon di selatan Yonif 511 Kota Blitar. Situs ini terdiri dari tiga buah arca, dari ketiga arca tersebut hanya dua arca yang memiliki bentuk yang jelas, yakni berwujud wanita dan pertapa.

Menurut legenda setempat, keberadaan Situs Mbah Reco berkaitan erat dengan cikal bakal Desa Pandanarum. Warga Desa Pandanarum pun masih sering melakukan ritual adat di situs ini. Masyarakat setempat juga mempercayai jika Situs Mbah Reco ini memiliki kaitan dengan Kelompok Arca Gaprang, yakni Situs Mbah Reco sebagai arca wanita dan Kelompok Arca Gaprang sebagai arca pria. Namun nampaknya kaitan itu hanya sebatas legenda, sebab jika ditilik dari wujudnya, kedua kelompok arca tersebut tidak memiliki kemiripan gaya pahatan.

——————————————————————————————————————————————-

Situs Selokajang

Situs Selokajang terletak di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Penduduk sekitar menyebut situs ini dengan sebutan ”reco lawas”. Situs ini terdiri dari sebuah kala dan sebuah patung dwarapala. Kajian sejarah mengenai situs ini masih sangat kurang, tidak ada sumber apapun yang menerangkan peninggalan dari era kerajaan manakah situs ini berasal.

——————————————————————————————————————————————-

Situs Ngemplak

Situs Ngemplak terletak di pinggiran Gunung Pegat dan relativ berdekatan dengan Kekunaan Mleri. Temuan-temuan pada Situs Ngemplak ini berupa genting dan ubin kuno yang diperkirakan berkaitan dengan Kekunaan Mleri. Sayang sekali penggalian dan penelitian mengenai situs ini tidak dilanjutkan lagi. Pak Mujaneb (jurukunci Kekunaan Mleri) yang dahulu turut serta dalam penggalian dan penelitian pada situs ngemplak menuturkan bahwa, penghentian penggalian dan peneitian pada situs ini disebabkan karena hasil penyusunan ulang temuan-temuan yang dilakukan oleh BP3 Jatim tidak memperoleh bentuk yang memuaskan. Temuan-temuan pada Situs Ngemplak kini dikubur kembali.

——————————————————————————————————————————————-

Petilasan Angling Dharma

Petilasan Angling Dharma terletak di persawahan di sekitar Pasar Gambar, Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Petilasan ini berupa susunan batu bata dengan sebuah lumpang (dulu pernah ditemukan dua buah arca namun kini nasib kedua arca tersebut tidak diketahui dengan pasti). Karena minimnya pengetahuan sejarah masyarakat setempat, situs ini tidak dikembangkan dan cenderung terbengkalai.

Situs yang akrab disebut “putuk” oleh masyarakat setempat ini, dipercaya sebagai peninggalan dari Raja Angling Dharma. Hal tersebut telah diceritakan secara turun-temurun di kalangan masyarakat Desa Wonodadi. Kebenaran keberadaan Kerajaan Malwapati yang dipimpin oleh Raja Angling Dharma pun hingga kini masih dipertanyakan, apakah benar-benar ada atau hanya sekedar legenda. Tapi yang jelas legenda mengenai Angling Dharma itu ada dan diabadikan pada relief Candi Mirigambar Tulungagung.

——————————————————————————————————————————————-

Candi Ringinanyar

Candi Ringinanyar terletak di Desa Ringinanyar, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Kondisi Candi Ringinanyar sangat memprihatinkan. Bangunan bersejarah yang tersusun dari batu bata tersebut telah runtuh berserakan dan ditumbuhi pepohonan besar. Mungkin jika candi ini dibersihkan dan dirawat, kenampakannya akan mirip dengan Candi Ampel di Tulungagung.

Kajian sejarah mengenai Candi Ringinanyar masih sangat kurang, karena belum ada penelitian yang dilakukan dinas terkait. Sehingga latar belakang sejarah, dan corak keagamaan candi ini belum dapat dipastikan.

——————————————————————————————————————————————-

Situs Ngreco

UPDATE NOVEMBER 19, 2010 OLEH TRAVELLERS2009

Situs Ngreco terletak di Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Situs yang terdiri dari sebuah arca, yoni, dan empat buah lingga ini dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai Pesarean Nyai Randha Kuning, yang sekaligus menjadi cikalbakal berdirinya Desa Ngreco. Disebut Pesarean Nyai Randha Kuning karena konon di Situs Ngreco ini Putri Sekar Arum Kemuning dimakamkan.

Legenda ini bermula ketika rombongan yang mengawal Putri Sekar Arum Kemuning melintasi hutan, dalam perjalanan menuju Kerajaan Singasari. Rombongan tersebut mengantarkan Putri Sekar Arum Kemuning (putri dari Kerajaan Kediri) yang rencananya akan dinikahkan dengan raja dari Kerajaan Singasari.

Putri Sekar Arum Kemuning yang sebenarnya tidak menghendaki pernikahan ini melarikan diri ke tengah hutan. Dia sangat terburu-buru agar tidak terkejar oleh para pengawal yang mengejarnya. Nahas, karena tidak memperhatikan jalan, dia menabrak sebuah reco (arca) dan meninggal seketika. Akhirnya Putri Sekar Arum Kemuning dimakamkan di dekat arca oleh para pengawalnya.

Bertepatan dengan kejadian itu, seorang tua bernama Mbah Somejo sedang membabad hutan untuk dijadikan area pemukiman. Mengetahui kejadian tersebut akhirnya Mbah Somejo menamai daerah tersebut dengan nama Ngreco, yang sekarang dikenal sebagai Desa Ngreco.

——————————————————————————————————————————————-

Kami sadar jika situs-situs ini kurang layak untuk dikunjungi, namun setidaknya biarkanlah mereka abadi dalam tulisan ini sebelum hilang ditelan zaman.

Writer : Galy Hardyta

Revisi terakhir : April 2011

Sumber :

  • Juru Kunci Kekunaan Mleri
  • Pak Sujianto dan masyarakat Desa Wonodadi
  • Warga Desa Pandanarum
  • Santosa, Edy dan Sunarko Budiman. 2004. Cerita Rakyat dari Blitar (Jawa Timur). Grasindo. Jakarta
  • http://wisatatulungagung.indonesiatravel.biz/wisata/wisata-dan-budaya/candi-mirigambar/
  • http://www.kaskus.us/showthread.php?p=222622213?p=222622213

Participant  : Galy, Kcing

Ternyata petualangan kami menyusuri peninggalan-peninggalan sejarah di Blitar belumlah usai. Semakin kami mencari, semakin banyak pula situs-situs bersejarah yang menunggu untuk kami kunjungi. Baik yang bersumber dari legenda, cerita rakyat, maupun dari perbincangan ringan di berbagai situs jejaring sosial di dunia maya. Berikut ini adalah peninggalan-peninggalan sejarah yang berhasil kami telusuri, meski hanya bersumber dari mulut ke mulut:

Situs Sumber Buntung

Sepertinya penemuan peninggalan-peninggalan sejarah di Blitar tidak akan ada habisnya, sebab hampir setiap tahunnya selalu ditemukan situs baru di kota ini. Situs terbaru yang di temukan pada tahun 2010 ini adalah Situs Sumberbuntung. Situs Sumberbuntung merupakan kelompok arca yang berbahan dasar tanah liat (terakota). Namun sayang saat ini kelompok arca tersebut telah dipindahkan ke museum purbakala Trowulan untuk diamankan dan diteliti.

Selain arca, di situs ini juga ditemukan yoni. Yoni selain sebagai perlambang wanita juga merupakan perlambang dewa Sywa dalam agama Hindu.

Tiada salahnya untuk mengunjungi tempat penemuan situs yang terletak di Dusun Sumberbuntung, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar ini. Sebab dalam mitologi kuno, tempat didirikanya bangunan suci memiliki arti yang lebih penting dari pada bangunan suci itu sendiri.

Situs Mbah Reco

Situs Mbah Reco terletak di bawah pohon di selatan Yonif 511 Kota Blitar. Situs ini terdiri dari tiga buah arca, dari ketiga arca tersebut hanya dua arca yang memiliki bentuk yang jelas, yakni berwujud wanita dan pertapa.

Menurut legenda setempat, keberadaan Situs Mbah Reco berkaitan erat dengan cikal bakal Desa Pandanarum. Warga Desa Pandanarum pun masih sering melakukan ritual adat di situs ini. Menurut keterangan dari penduduk setempat, Situs Mbah Reco ini memiliki kaitan dengan Kelompok Arca Gaprang.

Situs Selokajang

Situs Selokajang terletak di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Penduduk sekitar menyebut situs ini dengan sebutan ”reco lawas”. Situs ini terdiri dari sebuah kala dan sebuah patung dwarapala. Kajian sejarah mengenai situs ini masih sangat kurang, tidak ada sumber apapun yang menerangkan peninggalan dari era kerajaan manakah situs ini berasal.

Situs Ngemplak

Situs Ngemplak terletak di pinggiran Gunung Pegat dan relativ berdekatan dengan Kekunaan Mleri. Temuan-temuan pada Situs Ngemplak ini berupa genting dan ubin kuno yang diperkirakan berkaitan dengan Kekunaan Mleri. Sayang sekali penggalian dan penelitian mengenai situs ini tidak dilanjutkan lagi. Pak Mujaneb (jurukunci Kekunaan Mleri) yang dahulu turut serta dalam penggalian dan penelitian pada situs ngemplak menuturkan bahwa, penghentian penggalian dan peneitian pada situs ini disebabkan karena hasil penyusunan ulang temuan-temuan yang dilakukan oleh BP3 Jatim tidak memperoleh bentuk yang memuaskan. Temuan-temuan pada Situs Ngemplak pun kini di kubur kembali.

Petilasan Angling Dharma

Petilasan Angling Dharma terletak di persawahan di sekitar Pasar Gambar, Wonodadi. Situs ini berupa susunan batu bata dengan beberapa umpak, namun karena minimnya pengetahuan sejarah masyarakat setempat situs ini tidak dikembangkan dan cenderung terbengkalai. Kini eksistensi situs ini sudah tidak dapat kita nikmati lagi.

Candi Ringinanyar

Candi Ringin Anyar terletak di Desa Ringinanyar, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Kondisi Candi Ringinanyar sangat memprihatinkan. Bangunan utama yang tersusun dari batu bata tersebut telah runtuh berserakan dan ditumbuhi pepohonan besar. Kajian sejarah mengenai candi ini masih sangat kurang, karena belum ada penelitian yang dilakukan dinas terkait.

Kami sadar jika situs-situs ini kurang layak untuk dikunjungi, namun setidaknya biarkanlah mereka abadi dalam tulisan ini sebelum hilang ditelan zaman.

Writer : Galy Hardyta
Sumber : Juru Kunci Kekunaan Mleri

Perihal travellers2009
Dikebanyakan hal, sebuah nama tak selalu sesuai dengan kenyataan. Hanya sekumpulan anak yang gila akan travelling. Itulah kami D'Travellers.

10 Tanggapan untuk Situs-situs Bersejarah di Blitar, Legenda dari Mulut ke Mulut

  1. Pein mengatakan:

    Hm,
    Ga pa2
    Itu mah biasa,
    Malah ada yg lebih gila, menyusuri satu desa ke desa lainnya cuma buat menemukan suatu eksistensi sebuah candi walau mata harus jelalatan dan cuma nemuin satu batu bata aja,

    Gabung sini aja,
    Liatin situsnya yang ga kalah mengenaskan
    http://www.facebook.com/group.php?gid=219782000226

  2. gus joko mengatakan:

    bingungggggg mempelajari sejarah,bagi yg tahu ttg petilasan angling darmo
    silahkan hub
    radenarto@yahoo.co.id
    mohon kesediaan saudara semua ngasih info
    mksh

  3. Pein mengatakan:

    Bro, tukeran link ya :D
    Dah kupasang tuh :D

  4. Pein mengatakan:

    Angling dharma juga ada ditempatku, bahkan ada makamnya (kayaknya kuburan biasa)

    kakekku dulu cerita kalo di daerah situ ada tumpukan banon kuno yg banyak yg lalu dibongkar dibikin sekolah, trus jadi masjid, tapi tak pernah digunakan karna orang pada takut semua……

    Setelah saya tanya beberapa orang, pada banyak yg ga tahu,
    menyebalkan, mengapa saya dulu tidak tanya beliau ya……………. ??^^

    Situ lama ga update……hehehehe

  5. Pingback: CANDI PLUMBANGAN BLITAR | wisata blitar

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.