Penyusuran Situs-situs Bersejarah di Blitar Terus Berlanjut
Juli 22, 2010 10 Komentar
Participant : Galy, Kcing
Sepertinya sudah tidak ada prolog yang tepat untuk memulai posting ini. Baiklah, intinya perjalanan kami menyusuri situs-situs bersejarah di Blitar terus berlanjut. Berikut liputan dari perjalanan kami yang kesekian kali ini:
Situs Slumbung
Situs Slumbung terletak di Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Situs Slumbung terdiri dari reruntuhan bangunan kuno berbahan dasar batu andesit. Sepintas situs ini menyerupai reruntuhan candi, bahkan salah satu artefaknya menunjukan bentuk yang menyerupai jualadwara(pada pojok kanan bawah gambar). Jaladwara adalah unsur bangunan yang berfungsi untuk mengalirkan air pada bangunan candi. Namun berdasarkan penuturan dari keluarga Juru Kunci Situs Slumbung, situs peninggalan sejarah ini berlatar belakang agama Islam. Sebenarnya kami meragukan keterangan tersebut, tapi karena kurangnya kajian sejarah mengenai Situs Slumbung, akhirnya kami hanya bisa menganggukkan kepala mendengar keterangan tersebut.
Eksistensi Situs Slumbung masih melekat dikalangan masyarakat sekitar, di tempat ini masyarakat masih rutin melaksanakan ritual-ritual keagaman. Ritual biasa dilakukan di sekitar situs yang sering disebut dengan sebutan ”punden” ini.
——————————————————————————————————————————————-
Petilasan Ken Arok (Situs Jiwut)
Petilasan Ken Arok yang terletak di Dusun Klampok, Desa Jiwut, Kabupaten Blitar ini memiliki nasib yang sama dengan Petilasan Angling Dharma di Wonodadi. Kini eksistensinya tinggal legenda yang kian lama kian dilupakan. Untung saja kami masih menjumpai beberapa warga yang mengetahui tentang legenda petilasan tersebut.
Warga membenarkan jika pernah ada petilasan Ken Arok di Dusun Klampok ini, namun kini petilasan tersebut sudah tak berbekas lagi. Alkisah petilasan yang berbahan dasar bata merah ini justru dijadikan bahan bangunan oleh warga sekitar. Hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi jika warga sekitar sadar dan peduli terhadap keberadaan situs-situs peninggalan sejarah.
Sahabat kami Ferry Riyandika menuturkan bahwa, di area TPU Dusun Klampok terdapat tumpukan batu bata kuno dan beberapa fragmen berbahan batu andesit yang diduga merupakan sisa-sisa dari Petilasan Ken Arok. Berdasarkan keterangan tersebut kami melanjutkan peninjauan ke lokasi yang dimaksud.
Berdasarkan peninjauan yang kami lakukan di TPU Dusun Kalmpok, memang ditemukan beberapa batu bata kuno serta fragmen lainnya seperti lumpang, dan batu berukir. Namun belum dapat disimpulkan apakah fragmen-fragmen tersebut memang berasal dari Petilasan Ken Arok. Pasalnya berdasarkan keterangan warga yang kami jumpai, lumpang-lumpang yang berada di area TPU bukanlah benda-benda cagar budaya, melainkan piranti rumah yang sengaja dibuang untuk menolak bala. Batu berukir yang kami jumpai juga belum sepenuhnya bisa dibuktikan berasal dari Petilasan Ken Arok, sebab di area TPU Dusun Klampok ini juga terdapat beberapa makam kuno yang sudah dibongkar dan batu penyusunnya berserakan.
——————————————————————————————————————————————-
Situs Mronjo
Situs Mronjo terletak di Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Masyarakat menjuluki Situs Mronjo dengan julukan ”situs watu bonang”. Hal tersebut cukup beralasan, karena beberapa artefak pada Situs Mronjo memang memiliki bentuk yang menyerupai alat musik bonang, yang kurang lebih berjumlah tujuh belas buah. Diduga situs ini merupakan pusat kesenian pada masa didirikanya.
Selain artefak-artefak yang menyerupai alat musik bonang, pada Situs Mronjo dijumpai juga batu-batu candi dan yoni. Dengan adanya yoni, disimpulkan bahwa Situs Mronjo memilik latar belakang agama Hindu, karena yoni adalah simbol aspek wanita yang juga merupakan penggambaran istri Dewa Siwa (dewa dalam agama Hindu).
——————————————————————————————————————————————-
Situs Umpak Balekambang
UPDATE OKTOBER 29, 2010 OLEH TRAVELLERS2009
Situs Umpak Balekambang berada di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Situs ini terdiri dari kumpulan umpak batu yang berjajar-jajar. Selain umpak batu, pada Situs Balekambang juga dapat dijumpai struktur tangga batu yang menghadap ke selatan, mungkin dahulu struktur tersebut merupakan tangga masuk ke sebuah bangunan. Jika ditilik dari sisa bangunan yang tinggal berupa umpak, diperkirakan dulunya pada Situs Umpak Balekambang ini berdiri sebuah pendopo.
Belum ada kajian sejarah yang mendalam mengenai situs ini, bahkan penduduk sekitar yang kami temui juga kurang mengetahui mengenai latar belakang situs ini.
Lokasi Situs Umpak Balekambang berdekatan dengan Arca Warak dan Komplek Candi Penataran. Rute dari Komplek Candi Penataran menuju Arca Warak dapat di peroleh pada posting Arca-arca Kuno Cermin Kekayaan Blitar
——————————————————————————————————————————————-
Writer : Galy Hardyta
Revisi terakhir : Juli 2011
Sumber :
- Keluarga Juru Kunci Situs Slumbung
- Mas Ferry Riyandika
- Warga Dusun Klampok, Desa Jiwut





waw eksis terus nich……
kali ini udah hbis..
bingung mw maen kmana lagi..
goez to other city.. hehehe……
sip, seekarang situsnya lebih terawat….. dulu masih menyatu dgn perkebunan kakao….. sayang kok ga ada gambar potongan arcanya ya….
udah g ada mas potongan arcanya…
Maen ke Tulungagung apa Malang aja
ide yang bagus tuh..
tapi kemarin kami barusan dapat refrensi baru mengenai situs-situs di timur kota blitar. jadi keluarkotanya di pending dulu…
yo
emang bener lumpang tersebut bukan cagar budaya… tapi saya hubungkan dengan kisah ken arok… dimana warga setempat yang saya tanyai akan lumpang tersebut karena biar gak terjadi kesialan bila mempunyai anak banyak… selain itu… pecahan lapik arca ganesa berprasasti KInwu juga di temukan di dusun Klampok…
makasih banyak mas infonya..
menurut kami, salah satu bukti yang menunjukkan eksistensi petilasan ken arok adalah batu berbentuk piramid yang berhasil mas temukan..
fragmen tersebut sesuai dengan catatan knebel, seperti yang tertulis dalam blog sampean.. KEREN..