Pantai Wedi Ireng, Pesona Pantai Pasir Hitam Lain di Blitar

Participant : Galy, Kcing, Meitika, Lia

Bagi yang sudah bosan dengan eksotika pantai berpasir putih, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke Blitar selatan, sebab Blitar memang dikenal memiliki beberapa pantai pasir hitam dengan karakteristik yang spesifik. Dimulai dari ujung barat ada Pantai Pasur, kemudian Pantai Jebring dengan eksotika tebing dan batu payungnya, lalu grup Pantai Serang yang membentuk teluk serang, dan Pantai Karang Nritep beserta Pantai Jolosutro yang berada di ujung timur Blitar. Ternyata selain pantai-pantai tersebut, Blitar masih menyimpan pantai berpasir hitam lain, yakni Pantai Wedi Ireng.

Pantai Wedi Ireng terletak di sebelah timur Pantai Jebring, secara administratif berada di Desa Ngadipuro, Wonotirto, Kabupaten Blitar. Perlu diketahui bahwa pantai ini berbeda dengan Pantai Princen yang terlatak di timur persis dari Pantai Jebring. Perbedaannya meliputi lokasi, akses dan kenampakan. Pantai Wedi Ireng telah memiliki akses berupa jalan tanah, sedangkan akses menuju Princen adalah dengan menyusuri pinggiran tebing ketika laut tengah surut. Secara kenampakan, yang membedakan kedua pantai itu adalah adanya Goa pada Pantai Princen.

Untuk menuju Pantai Wedi Ireng mudah saja, yakni dengan mengikuti rute menuju Pantai Jebring. Pada pertigaan terakhir sebelum tiba di Jebring silahkan berbelok ke kiri/ timur. Selanjutnya tinggal menyusuri jalan tersebut hingga terlihat pantai berpasir hitam di sebelah barat jalan.

Pantai Wedi Ireng memang tidak begitu luas. Bentuk pantainya sedikit curam di sisi kiri, sehingga ombak di sisi kiri dapat meluber jauh ke daratan. Terkadang ombak yang datang dipecah oleh ombak lain yang datang tegak lurus, pemandangan itu membentuk pertunjukan ombak yang mengesankan. Berikut kenampakan dari Pantai Wedi Ireng. Lihat, imajinasikan, dan buktikan pesona pasir hitamnya. :-D

Tulisan-tulisan terkait pantai-pantai lain di Desa Ngadipuro:

——————————————————————————————————————————————-

Writer : Galy Hardyta

Revisi terakhir : –

Pantai Selok Dadap, Surga Kecil di Blitar Selatan

Participant : Galy, Tiko

Hari memang sudah mulai senja ketika kami bergegas menuju Selok Dadap. Rona laut yang kebiruan perlahan mulai menghitam, tapi hal itu tak menyurutkan hasrat kami untuk tetap menginjakkan kaki di sana.

Meski Saya (Galy) dan Tiko sudah merencanakannya, namun sesungguhnya perjalanan ini bukanlah agenda D’Travellers. Posisi kami saat itu hanyalah sebagai pemandu teman-teman Tim KKN PPM UGM yang sedang melakukan survei ke Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupatean Blitar. Salah satu program KKN mereka adalah perintisan pariwisata pantai, kebetulan survei tersebut sesuai dengan planning kami untuk menyusuri salah satu pantai di Desa Ngadipuro yang belum sempat kami kunjungi. Pantai yang kami maksud adalah Pantai Selok Dadap.

Perjalanan ini tidak langsung mengarah ke Pantai Selok Dadap, melainkan menuju Pantai Pudak terlebih dahulu untuk transit. Hal tersebut cukup beralasan karena jika dibandingkan dengan pantai-pantai lain di timur Ngadipuro, akses menuju Pudak lah yang paling memadai. Untuk selanjutnya barulah dapat ditentukan pantai-pantai mana saja yang akan dikunjungi. Pantai Dung Dowo pun menjadi tujuan berikutnya. Perjalanan singkat itu cukup melelahkan sehingga memaksa teman-teman KKN untuk beristirahat disebuah gubuk tak jauh dari Pantai Pudak.

Sembari menunggu teman-teman KKN beristrirahat, kami mulai bergegas menuju Selok Dadap. Pantai Selok Dadap berada tepat di sebelah barat dari pantai pudak. Untuk menuju pantai tersebut tidaklah sulit karena sudah tersedia jalan setapak. Jalan tersebut berada 3 meter di timur gubuk terdekat dari Pantai Pudak. Dengan menyusuri jalan tersebut, akhirnya kami pun menginjakkan kaki di Selok Dadap.

Pantai Selok Dadap memang tak begitu luas, tapi itu semua tak mengurangi keindahannya. Suasana di sini cukup lengang dengan deburan ombak yang tak begitu besar, mungkin akibat dari geografis pantainya yang membentuk teluk kecil. Pasir pantainya coklat muda sehingga tak menyilaukan mata. Memang tak berkilau, namun cukup mampu menenangkan hati di hari yang semakin senja.

Tulisan-tulisan terkait pantai-pantai lain di Desa Ngadipuro:

——————————————————————————————————————————————-

Writer : Galy Hardyta

Revisi terakhir : –

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 318 pengikut lainnya.