Bersama Rombongan Besar Kembali Ke Peh Pulo

Participant : Galy, Kcing, Nyop, Ao, Erwin, David, Deni, Ihksan, Mareta, Mella, Neny, Santi, dan seorang teman lainnya.

Sungguh merupakan suatu kegembiraan bagi kami ketika pertemanan yang semula hanya terjalin di dunia maya akhrinya dapat terwujud dalam sebuah perjalanan nyata. Setelah berulang kali mengalami kendala secara kordinasi, akhirnya kesempatan itu datang juga. Bahkan dua rombongan sekaligus dapat turut dalam perjanan ini, yakni rombongan Mas Deni dan rombongan Mas Erwin. Mas Deni beserta rekannya Mas David, sedangkan Mas Erwin bersama tujuh orang temannya antara lain Mas Ao, Mas Ihksan, Mbak Mareta, Mbak Mella, Mbak Neny, Mbak Santi, dan seorang teman lainnya. Sehingga total participant perjalanan ini berjumlah 13 orang. Sungguh sebuah pencapaian baru bagi kami apalagi perjalanan ini dilakukan bersama teman-teman yang notabene belum kami kenal secara langsung.

Tema perjalanan kali ini adalah Kembali ke Peh Pulo, mungkin tema ini mengingatkan teman-teman pada perjalanan kami sebelumnya yang bertemakan Kembali ke Sirah Kencong. Memang perjalanan ini tidak jauh berbeda dengan perjalanan tersebut. Intinya tidak hanya sekedar mengulangi sebuah perjalanan melainkan mencoba menelusuri lebih dalam lagi mengenai obyek yang pernah kami sambangi sebelumnya.

Seperti kita ketahui bahwa Peh Pulo sebenarnya adalah gugusan pantai yang dipisahkan oleh bukit-bukit kecil. Gugusan pantai ini memiliki Pantai Peh Pulo Wedhi Ombo sebagai obyek utama dengan beberapa pantai kecil lainnya seperti Pantai Wedhi Ciut, dan Pantai Wedhi Kembar. Hal tersebut merupakan alasan yang tepat bagi kami untuk kembali menyambangi Peh Pulo sekaligus menyusuri pantai-pantai lain di sekitarnya.

Dalam posting ini kami tidak akan membahas Peh Pulo Wedhi Ombo secara detail sebab  sudah di bahas sebelumnya. Konsentrasi kami adalah Pantai Wedhi Ciut dan Pantai Wedhi Kembar yang sekaligus merupakan tujuan utama dalam perjalanan kali ini.

Pantai Peh Pulo Wedhi Ciut

Setelah transit di Wedhi Ombo kami beserta rombongan segera meninggalkan kendaraan dan bergegas menuju pantai Wedhi Ciut. Pantai sempit ini cukup mudah untuk dijangkau sebab lokasinya tidak terlalu jauh dari Wedhi Ombo dan memiliki akses berupa jalan setapak yang memadai. Setelah kurang lebih 10 menit menyusuri jalan tersebut, akhirnya kami sampai di Pantai Wedhi Ciut.

Secara umum kondisi Pantai Wedhi Ciut masih cukup asri dengan pasirnya yang putih dan bersih. Pantai ini tidak terlalu luas dan memiliki kesan yang sempit dengan adanya formasi batu padas di sekelilingnya. Pantai ini dibentengi oleh salah satu pulau dari gugusan Pulau Peh, sehingga memiliki ombak yang cukup bersahabat.

Kondisi Pantai Wedhi Ciut yang sedemikan rupa membuat beberapa di antara kami tidak canggung untuk langsung bermain air, dan sebagian lagi mencoba menjelajahi sambil mengamati formasi batuan padas di setiap sudutnya. Sungguh suasana ini berangsur-angsur membuat satu sama lain di antara kami menjadi akrab.

——————————————————————————————————————————————-

Pantai Peh Pulo Wedhi Kembar

Setelah cukup puas, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju pantai lain di timur Wedhi Ciut. Sebelumnya kami tidak mengetahui secara pasti mengenai nama pantai tersebut, hanya saja penduduk setempat secara jamak menyebutnya sebagai Wedhi Ombo juga. Namun setelah secara tidak sengaja melihat keterangan di Wikimapia, diketahui bahwa nama pantai itu adalah Pantai Wedhi Kembar. Akses menuju pantai ini tergolong mudah, yakni dengan menyesuri kelanjutan jalan setapak yang sebelumnya kami lewati.

Secara umum Pantai Wedhi Kembar lebih luas jika dibandingkan dengan Wedhi Ciut. Pantai ini terbagi menjadi dua oleh batuan padas bercelah, dengan luas pantai yang berbeda. Pantai bagian barat lebih luas dan memiliki pasir pantai yang tidak sehalus Pantai Peh Pulo Wedhi Ombo, bahkan terkesan  seperti pasir di Pantai Pangi. Pemandangan di pantai ini tidak jauh berbeda dengan di Wedhi Ombo, yakni hamparan gugusan Pulau Peh, hanya saja dipandang dari sudut yang berbeda.

Beranjak ke arah timur akan dijumpai pantai sempit dengan pasir yang lebih halus dan kondisinya lebih asri. Di sekeliling pantai ini dapat dijumpai formasi batuan padas dan karang yang memiliki cekungan-cekungan alami sehingga menyerupai gua.

——————————————————————————————————————————————-

Setelah memenuhi target, akhirnya perjalanan ini kami tutup dengan menyambangi Pantai Babagan Rowo Gebang di sebelah barat gugusan Pantai Peh Pulo. Sungguh suatu perjalanan yang menyenangkan, dan merupakan kehormatan tersendiri bagi kami. Sekali lagi kami ucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman yang telah melakukan perjalanan bersama kami. Semoga kesempatan ini kelak dapat terulang kembali.

——————————————————————————————————————————————-

Writer : Galy Hardyta

Revisi terakhir : September 2011

Berbagi Keceriaan dari Peh Pulo

Participant : Bokir, Galy, Kcing, Moko

Hem.. sudah lama juga kami tidak berpetualang menyusuri indahnya alam sekitar. Ya kira-kira sudah setengah tahunan semanjak kunjungan kami ke Pantai Pangi. Setelah selama itu akhirnya kami berkesempatan kembali untuk berpetualang menikmati keindahan alam. Meskipun harus ke pantai lagi :-( Eit! Tapi jangan kecewa dulu! ;-) Eksotika yang kami dapati pada petualangan kali ini sungguh memukau dan tak kalah dengan eksotika pada petualangan-petualangan terdahulu.

Pantai yang menjadi objek petualangan kali ini adalah Pantai Peh Pulo. Pantai Peh Pulo terletak di Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. Nama Peh Pulo diambil dari nama pulau terbesar yang berada di seberang pantai ini, yakni Pulau Peh. Perlu diketahui bahwa di seberang Pantai Peh Pulo memang terhampar deretan pulau karang nan indah.

Sekelumit cerita tentang kami bahwa petualangan kali ini dipimpin langsung oleh Bokir (ketua D’Travellers) dan diikuti oleh aku(Galy), Kcing, serta sahabat kami Moko. Petualangan ini kami lakukan dengan mengendarai sepeda motor, dan syukurlah dapat berjalan lancar dan mengasikkan. Untuk mencapai pantai kami tinggal mengikuti rute ke arah Pantai Serang, kemudian di pertigaan beringin Panggungrejo kami berganti rute menuju Desa Sumbersih.

Meski terlihat santai, bukan berarti perjalanan kali ini mulus tanpa adanya hambatan. Hambatan yang harus kami hadapi berasal dari kondisi geografis Pulau Jawa. Seperti kita ketahui bahwa di bagian selatan Pulau Jawa terbentang  tembok kokoh Gunung Kidul yang memanjang dari Provinsi Jawa Timur hingga DIY. Tak ayal kami pun harus menaklukkannya sebelum dapat mencapai pantai. Kontur gunung yang sedikit terjal serta jalanan yang licin akibat hujan mempersulit petualangan kali ini. Jika tidak hati-hati siapapun bisa tergelincir, seperti yang dialami Moko dan Cing. Setelah mampu menghadapi semua rintangan yang ada, akhirnya kami pun dapat mencapai pantai.

Selain disebut dengan sebutan Peh Pulo, pantai ini juga memeliki beberapa sebutan lain yakni, Pantai Pasir Putih Sumbersih dan Pantai Wedhi Ombo.

Suasana Pantai Peh Pulo dan sekelilingnya sungguh memukau. Semua itu dipercantik oleh deretan pulau karang dan air lautnya yang cukup jernih sehingga membuat siapapun tak jemu untuk memandangnya. Sunguh hanya itu yang bisa kami katakan, mungkin foto-foto di atas lebih dapat dapat melukiskan suasana tersebut dengan lebih jelas

Meskipun dibentengi oleh deretan pulau-pulau kecil, namun ombak di pantai yang berpasir putih ini cukup menantang. Maklumlah karena pantai ini memang menghadap langsung ke laut lepas. Sungguh pantai yang full kombinasi. Kami pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini, kegembiraan kami pun tumpah ruwah bersama desiran ombak yang pecah manghantam karang. Semoga dengan ini kami bisa mengajak teman-teman untuk menikmati keceriaan itu juga.

Keindahan dan diskripsi singkat mengenai gugusan pantai Peh Pulo dapat disimak pada posting:

——————————————————————————————————————————————-

Writer : Galy Hardyta

Revisi terakhir : Februari 2011

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 436 pengikut lainnya.