Situs-situs Bersejarah di Blitar, Legenda dari Mulut ke Mulut

Participant  : Galy, Kcing

Perburuan situs-situs bersejarah yang semula kami anggap usai, ternyata justru menuju pada babak baru. Selain candi-candi utama, kawasan Blitar ternyata masih menyimpan begitu banyak situs-situs yang termarginalkan. Keberadaan situs-situs tersebut belum banyak diungkap, dan hanya diperbincangan dari mulut ke mulut.

Tulisan ini sekaligus meralat pernyataan kami pada tulisan: Blitar Timur, Perburuan Percandian Terakhir

Situs Mbah Reco

Keberadaan Situs Mbah Reco dianggap mamiliki kaitan dengan asal-usul Desa Pandanarum. Masyarakat Desa Pandanarum pun masih sering melakukan ritual adat di situs ini.

Situs Mbah Reco terdiri dari tiga buah arca, dari ketiga arca tersebut hanya dua arca yang memiliki bentuk yang jelas, yakni berwujud sesosok wanita dan pertapa. Dalam legenda yang berkembang, situs ini dipercaya sebagai pasangan dari Kelompok Arca Gaprang. Situs Mbah Reco dianggap sebagai kelompok arca wanita sedangkan Kelompok Arca Gaprang dianggap sebagai kelompok arca pria.

——————————————————————————————————————————————-

Situs Selokajang

Awalnya kami mengetahui informasi tentang Situs Selokajang dari wikimapia, dan kami langsung meluncur ke TKP :D. Secara administratif Situs Selokajang terletak di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Penduduk setempat menyebut situs ini dengan sebutan ”reco lawas”. Situs ini terdiri dari sebuah dwarapala dan sebuah kala. Dwarapala adalah arca penjaga yang digambarkan dalam posisi siaga dengan tangan memegang gada. Kala adalah salah satu unsur hias candi yang digambarkan sebagai makhluk bertaring dan memiliki semacam tanduk di bagian kepala. Kala bisanya terletak di bagian ambang pintu maupun di atas relung-relung candi. Berdasarkan keberadaan tinggalan-tinggalan tersebut, diduga dulunya pernah ada candi di Desa Selokajang.

——————————————————————————————————————————————-

Situs Ngemplak

Situs Ngemplak berada di pinggiran Gunung Pegat Kecamatan Srengat. Temuan-temuan pada Situs Ngemplak ini terdiri dari genting dan ubin kuno yang diperkirakan berkaitan dengan Kekunaan Mleri. Sayang sekali penggalian dan penelitian mengenai situs ini tidak dilanjutkan. Pak Mujaneb (jurukunci Kekunaan Mleri) yang dahulu turut serta dalam penggalian dan penelitian pada Situs Ngemplak menuturkan bahwa penghentian penggalian dan penelitian pada situs ini dikarena hasil penyusunan ulang temuan-temuan yang dilakukan oleh BP3 Jatim tidak memperoleh bentuk yang memuaskan.  Temuan-temuan pada Situs Ngemplak kini dikubur kembali.

——————————————————————————————————————————————-

Petilasan Angling Dharma Wonodadi

Petilasan Angling Dharma berada di area persawahan dekat Pasar Gambar, Desa Wonodadi, Kabupaten Blitar. Dahulu petilasan ini merupakan sebuah struktur bangunan berpenyusun batu bata, tapi karena minimnya pengetahuan sejarah masyarakat setempat, petilasan ini tidak dikembangkan dan cenderung terbengkalai. Kini Petilasan Angling Dharma tinggal menyisakan pecahan-pecahan batu bata dan sebuah lumpang.

Petilasan yang akrab disebut “putuk” ini, dipercaya sebagai peninggalan dari Raja Angling Dharma. Hal tersebut telah diceritakan secara turun-temurun dikalangan masyarakat Desa Wonodadi. Kebenaran keberadaan Kerajaan Malwapati yang dipimpin oleh Raja Angling Dharma pun hingga kini masih dipertanyakan, apakah benar-benar nyata atau hanya sekedar legenda. Tapi yang jelas legenda mengenai Angling Dharma itu ada dan diabadikan pada relief Candi Mirigambar Tulungagung.

——————————————————————————————————————————————-

Candi Ringinanyar

Candi Ringinanyar terletak di Desa Ringinanyar, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Kondisi Candi Ringinanyar sangat memprihatinkan. Bangunan kuno yang tersusun dari batu bata tersebut telah runtuh berserakan dan ditumbuhi pepohonan besar. Mungkin jika candi ini dibersihkan dan dirawat, kenampakannya akan mirip dengan Candi Ampel di Tulungagung.

——————————————————————————————————————————————-

Situs Ngreco

UPDATE NOVEMBER 19, 2010 OLEH TRAVELLERS2009

Situs Ngreco terletak di Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar. Situs ini terdiri dari sebuah arca, yoni, dan empat buah lingga. Dalam legenda yang berkembang, situs ini dikenal sebagai Pesarean Nyai Randha Kuning yang erat kaitannya dengan asal-usul Desa Ngreco.

Legenda Nyai Randha Kuning bermula ketika rombongan yang mengawal Putri Sekar Arum Kemuning melintasi hutan dalam rangka menuju Kerajaan Singasari. Rombongan tersebut mengantarkan Putri Sekar Arum Kemuning (putri dari Kerajaan Kediri) yang rencananya akan dinikahkan dengan raja dari Kerajaan Singasari.

Putri Sekar Arum Kemuning yang sebenarnya tidak menghendaki pernikahan ini melarikan diri ke tengah hutan. Dia sangat terburu-buru agar tidak terkejar oleh para pengawal yang mengejarnya. Nahas, karena tidak memperhatikan jalan, dia menabrak sebuah reco (arca) dan meninggal seketika. Akhirnya Putri Sekar Arum Kemuning dimakamkan di dekat arca oleh para pengawalnya.

Bertepatan dengan kejadian itu, seorang tua bernama Mbah Somejo sedang membabad hutan untuk dijadikan area pemukiman. Mengetahui kejadian tersebut akhirnya Mbah Somejo menamai daerah tersebut dengan nama Ngreco, yang sekarang dikenal sebagai Desa Ngreco.

——————————————————————————————————————————————-

Writer : Galy Hardyta

Revisi terakhir : April 2011

Sumber :

  • Juru Kunci Kekunaan Mleri
  • Pak Sujianto dan masyarakat Desa Wonodadi
  • Warga Desa Pandanarum
  • Santosa, Edy dan Sunarko Budiman. 2004. Cerita Rakyat dari Blitar (Jawa Timur). Grasindo. Jakarta

Participant  : Galy, Kcing

Ternyata petualangan kami menyusuri peninggalan-peninggalan sejarah di Blitar belumlah usai. Semakin kami mencari, semakin banyak pula situs-situs bersejarah yang menunggu untuk kami kunjungi. Baik yang bersumber dari legenda, cerita rakyat, maupun dari perbincangan ringan di berbagai situs jejaring sosial di dunia maya. Berikut ini adalah peninggalan-peninggalan sejarah yang berhasil kami telusuri, meski hanya bersumber dari mulut ke mulut:

Situs Sumber Buntung

Sepertinya penemuan peninggalan-peninggalan sejarah di Blitar tidak akan ada habisnya, sebab hampir setiap tahunnya selalu ditemukan situs baru di kota ini. Situs terbaru yang di temukan pada tahun 2010 ini adalah Situs Sumberbuntung. Situs Sumberbuntung merupakan kelompok arca yang berbahan dasar tanah liat (terakota). Namun sayang saat ini kelompok arca tersebut telah dipindahkan ke museum purbakala Trowulan untuk diamankan dan diteliti.

Selain arca, di situs ini juga ditemukan yoni. Yoni selain sebagai perlambang wanita juga merupakan perlambang dewa Sywa dalam agama Hindu.

Tiada salahnya untuk mengunjungi tempat penemuan situs yang terletak di Dusun Sumberbuntung, Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar ini. Sebab dalam mitologi kuno, tempat didirikanya bangunan suci memiliki arti yang lebih penting dari pada bangunan suci itu sendiri.

Situs Mbah Reco

Situs Mbah Reco terletak di bawah pohon di selatan Yonif 511 Kota Blitar. Situs ini terdiri dari tiga buah arca, dari ketiga arca tersebut hanya dua arca yang memiliki bentuk yang jelas, yakni berwujud wanita dan pertapa.

Menurut legenda setempat, keberadaan Situs Mbah Reco berkaitan erat dengan cikal bakal Desa Pandanarum. Warga Desa Pandanarum pun masih sering melakukan ritual adat di situs ini. Menurut keterangan dari penduduk setempat, Situs Mbah Reco ini memiliki kaitan dengan Kelompok Arca Gaprang.

Situs Selokajang

Situs Selokajang terletak di Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Penduduk sekitar menyebut situs ini dengan sebutan ”reco lawas”. Situs ini terdiri dari sebuah kala dan sebuah patung dwarapala. Kajian sejarah mengenai situs ini masih sangat kurang, tidak ada sumber apapun yang menerangkan peninggalan dari era kerajaan manakah situs ini berasal.

Situs Ngemplak

Situs Ngemplak terletak di pinggiran Gunung Pegat dan relativ berdekatan dengan Kekunaan Mleri. Temuan-temuan pada Situs Ngemplak ini berupa genting dan ubin kuno yang diperkirakan berkaitan dengan Kekunaan Mleri. Sayang sekali penggalian dan penelitian mengenai situs ini tidak dilanjutkan lagi. Pak Mujaneb (jurukunci Kekunaan Mleri) yang dahulu turut serta dalam penggalian dan penelitian pada situs ngemplak menuturkan bahwa, penghentian penggalian dan peneitian pada situs ini disebabkan karena hasil penyusunan ulang temuan-temuan yang dilakukan oleh BP3 Jatim tidak memperoleh bentuk yang memuaskan. Temuan-temuan pada Situs Ngemplak pun kini di kubur kembali.

Petilasan Angling Dharma

Petilasan Angling Dharma terletak di persawahan di sekitar Pasar Gambar, Wonodadi. Situs ini berupa susunan batu bata dengan beberapa umpak, namun karena minimnya pengetahuan sejarah masyarakat setempat situs ini tidak dikembangkan dan cenderung terbengkalai. Kini eksistensi situs ini sudah tidak dapat kita nikmati lagi.

Candi Ringinanyar

Candi Ringin Anyar terletak di Desa Ringinanyar, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Kondisi Candi Ringinanyar sangat memprihatinkan. Bangunan utama yang tersusun dari batu bata tersebut telah runtuh berserakan dan ditumbuhi pepohonan besar. Kajian sejarah mengenai candi ini masih sangat kurang, karena belum ada penelitian yang dilakukan dinas terkait.

Kami sadar jika situs-situs ini kurang layak untuk dikunjungi, namun setidaknya biarkanlah mereka abadi dalam tulisan ini sebelum hilang ditelan zaman.

Writer : Galy Hardyta
Sumber : Juru Kunci Kekunaan Mleri

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 354 pengikut lainnya.