Ngalur dan Sanggar, Pantai Kembar Nan Jelita

Participant: Galy, Tiko, Fuad

Semenjak nama Pantai Ngalur dan Sanggar mulai dikenal publik, keduanya langsung menjadi magnet kuat di Tulungagung selatan. Kedua pantai tersebut tak henti-hentinya menyedot perhatian wisatawan. Semuanya dibuat penasaran oleh panoramanya yang konon masih alami.

Pantai Ngalur dan Sanggar terletak di Desa Jengglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung. Lokasi pantai tersebut berjarak 24,6 km dari pusat Tulungagung dan berjarak 34,7 km dari Blitar. Demi membuktikan kebenaran keindahan pantai-pantai itu, kami rela melakukan perjalanan Blitar-Jengglungharjo yang jauhya bukan kepalang. Tujuan kami hanya satu. Yakni membuktikan keindahan kedua pantai tersebut dengan mata kepala sendiri.

Perjalanan ke Pantai Ngalur dan Sanggar ini kami mulai dari Kademangan dan langsung mengarah ke Kalidawir. Sampai di pertigaan Koramil Kalidawir kami berbelok ke selatan ke arah Kedungdowo. Selepas Kedungdowo, jalanan mulai menanjak karena memasuki area pengunungan selatan. Kami terus menyusuri jalanan gunung yang berkelok-kelok hingga menjumpai SMPN Tanggunggunung. Tidak jauh dari SMP tersebut, dapat dijumpai sebuah pertigaan. Dari pertigaan tersebut kami berbelok ke selatan untuk menuju Jengglungharjo. Meski rutenya simpel, kami tetap menyempatkan diri untuk bertanya pada warga setempat agar tidak tersesat. Alhamdulillah setelah melalui jalan yang benar, akhirnya kami sampai di pemukiman terakhir sebelum pantai. Di sini papan-papan petunjuk menuju pantai sudah dapat dilihat dengan jelas. Selanjutnya perjalanan tinggal mengikuti petunjuk jalan saja.

road to sanggarKondisi jalan menuju pantai sudah lumayan. Adanya pengelolaan secara sederhana, membuat jalanan menuju pantai menjadi mudah untuk dilalui. Jalannya memang masih berupa jalan tanah, tapi sudah bisa untuk lalu lalang kendaraan roda dua. Di setiap tanjakan juga telah dicor beton, sehingga memudahkan kendaraan dalam menanjak. Meskipun demikian, suasana adventure tetap dapat kami rasakan, karena  jalanan tersebut berkelok-kelok melintasi bukit-bukit yang masih alami.

Setelah melalui jalan yang berkelok-kelok, akhirnya kami sampai juga di pantai. Pantai pertama yang menjadi tempat transit kendaraan adalah Pantai Sanggar. Oke, pembuktian ini kami awali dari sini.

Pantai Sanggar

Pantai Sanggar adalah gerbang awal tujuan perjalanan ini. Di pantai ini kami dapat memarkir kendaraan, karena sudah disediakan tempat parkir sederhana. Setelah memarkir kendaraan kami langsung menikmati keindahan Pantai Sanggar.

pantai sanggar tulungagung

pantai sanggar jengglungharjo

sanggar

tebing jengger pantai sanggarTebing Jengger, ujung barat Pantai Sanggar

Pantai Sanggar benar-benar eksotis. Pasirnya putih dan lembut. Vegetasi di sekitarnya juga masih rapat, sehingga menambah kesan alami di pantai ini. Pemandangan utama yang dapat disaksikan adalah hamparan Tebing Jalu yang unik. Selain itu, tampak pula Pantai Ngalur yang berada tepat di timur pantai Sanggar.

pantai sanggarSetelah puas menikmati kejelitaan Pantai Sanggar, Pantai Ngalur pun menjadi destinasi selanjutnya.

Pantai Ngalur

Pantai Ngalur dapat dituju dengan menyeberangi bukit kecil di timur Pantai Sanggar. Kembaran Pantai Sanggar ini memiliki pemandangan yang lebih eksotis. Mungkin karena pantai ini masih relatif belum terjamah ketimbang Pantai Sanggar.

pantai ngalur tulungagung

pantai ngalur

ngalurNilai plus dari Pantai Ngalur adalah garis pantainya yang lebih panjang dari pada Sanggar. Vegetasinya juga lebih rapat. Namun pada dasarnya pemandangan di sini mirip dengan Pantai Sanggar, yakni pemandangan Tebing Jalu.

travellers in sanggarOver all baik Ngalur maupun Sanggar keudanya memang eksotis :D. Kami sudah membuktikan. Kamu??

——————————————————————————————————————————————-

Writer : Galy Hardyta

Revisi terakhir : November 2013

Edisi Spesial: Bendungan Wonorejo

Mendengar nama Bendungan Wonorejo, ingatan kita pasti akan tertuju pada sebuah bendungan unik di Kabupaten Tulungagung. Unik, karena lokasi bendungan ini berada di lereng Gunung Wilis dengan ketinggian 188 m dpl. Meskipun bukan satu-satunya bendungan yang berada di dataran tinggi, namun bendungan ini cukup membius kami, mengingat di Blitar ndak ada yang kaya’ gini. Adapun Bendungan Nyuyur dan Waduk Ngusri yang berada di kaki Gunung Kelud Blitar tidaklah seluas dan sekeren bendungan ini.

Menyusuri jalanan gunung yang berkelok-kelok untuk menuju bendungan??

Ya.. memang demikianlah rute untuk menuju Bendungan Wonorejo. Bagi kami yang berangkat dari Blitar utara, rute yang kami pilih adalah melalui Ngantru – Ngujang – Perempatan Rumah Sakit lama Tulungagung – kemudian berbelok ke arah barat, searah dengan Obyek Wisata Serabah / Jambu Land.

Nah.. rute yang kami ulas di atas belumlah rute yang bergunung-gunung. Baru setelah mendekati Wisata Serabah, jalanan mulai menanjak dan berkelok-kelok. Sungguh seru dan menyenangkan rute ini, jalanannya mulus dan pemandangan di sekitarnya juga asri. Sesekali terlintas di benak kami, bagaimana bisa ada bendungan di atas gunung? hehe.. :mrgreen:

Foto dan ulasan terkait Bendungan Wonorejo

Setelah beberapa saat terpukau dengan kelak-keloknya jalan gunung, akhirnya kami pun tiba di Bendungan Wonorejo. Dan tak perlu diperintah lagi, kamera-kamera kami segera siap untuk mendiskripsikan pemandangan di sekitar bendungan. Wal hasil simak foto-foto berikut:

Sebenarnya semua keterangan mengenai Bendungan Wonorejo sudahlah lengkap, mengingat di beberapa titik memang disediakan papan-papan keterangan terkait bendungan ini. Tapi tidak ada salahnya jika kami ulas sedikit tentang bendungan ini.

Bendungan Wonorejo secara administratif terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Bendungan ini berjarak 11 km dari pusat Tulungagung dan 40 km dari Blitar. Bendungan ini didirikan pada tahun 1992 dan diresmikan pada tahun 2001.

Merujuk pada keterangan-keterangan yang ada, diketahui bahwa bendungan ini berada dibawah pengelolaan Perum Jasa Tirta I Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) II. Sebagai sumber air, bendungan ini memiliki kapasitas tampung air bruto 122 juta meter kubik, kapasitas tampung air netto 106 juta meter kubik. Sebagai pembangkit  tenaga listrik,bendungan ini memiliki kapasitas pembangkit sebesar 7 mVA, kapasitas turbin 6,5 mW, dan voltage 20 kV.

Dari sisi kepariwisataan, ada beberapa fasilitas pendukung antara lain: resort, gedung serba guna, gardu pandang, tempat parkir, restaurant, cottage, mushola, toilet, kolam renang, play ground, dan mini teater. Dengan fasilitas yang sedemikian lengkap dan panoramanya yang memukau, Bendungan Wonorejo sangatlah recommended untuk tujuan wisata. Kami sudah membuktikannya, bagaimana dengan anda?? ;)

——————————————————————————————————————————————-

Writer : Galy Hardyta

Revisi terakhir : –

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 418 pengikut lainnya.